Kemudahan akses media sosial menjadikan masyarakat semakin mudah menerima informasi tentang radikalisme, pembuatan bom, dan kekerasan. Radikalisme sendiri merupakan embrio lahirnya terorisme. Di Indonesia sebagian besar aksi radikal terorisme umumnya dilakukan dengan cara pengeboman termasuk bom bunuh diri. Melalui media sosial, kelompok radikal melakukan perekrutan dan juga mempelajari pembuatan bom Improvised Explosive Device (IED). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyalahgunaan media sosial dalam aksi radikalisasi menggunakan IED dan merumuskan upaya menyangkalnya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan literatur review. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial disalahgunakan oleh kelompok radikal dalam menjalankan misi mereka. Adapun tujuan kelompok radikal dalam aksi radikalisme di media sosial mencakup tujuan propaganda untuk menaikkan eksistensi kelompok dan paham radikalisme, melakukan rekrutmen anggota dan menjalankan pelatihan dan mengajarkan cara kekerasan termasuk pembuatan IED. Dalam upaya menangkal dampak dari ancaman radikalime melalui media sosial, dapat dilakukan beberapa upaya antara lain deradikalisasi, patroli siber untuk memblokir akses terhadap konten media sosial yang mengandung unsur radikalisme, memberikan literasi kepada masyarakat tentang bermedia sosial yang aman dan lebih bijak dalam menerima informasi radikalisme.
Copyrights © 2023