Pemanfaatan sampah organik menjadikan potensi tersembunyi yang memberikan nilai komersil ketika diciptakan menjadi produk yang bernilai, melalui manfaat adanya kandungan eco enzyme pada sampah organik sehingga diciptakan produk pembersih deterjen ramah lingkungan dengan merek Top Green yang mampu memberikan daya saing. Melalui analisa Resource and Capabilities, analisa Competitive Profile Matrix (CPM), analisa Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) dan Analisa Supply Chain Distributions maka diperoleh hasil strategi pemasaran yang ditetapkan adalah penetrasi pasar. Strategi penetrasi pasar dilakukan adalah dengan menggunakaan beberapa platform e-commerce, memanfaatkan komunitas pecinta lingkungan sebagai mitra dan menggunakan jaringan distribusi seperti DKSH dan WSL untuk memasarkan ke toko - toko retail.
Copyrights © 2023