Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan resiliensi pada narapidana Rutan Kelas II B Salatiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional dengan melibatkan 114 narapidana Rutan Kelas II B Salatiga sebagai populasi dan 89 orang narapidana sebagai sampel penelitian yang diambil dengan metode accidental sampling. Alat ukur resiliensi yang digunakan adalah Connor Davidson Resilience Scale (CDR-10) yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan 7 item valid, ? = 0,768 dan alat ukur religiusitas yang digunakan adalah Centrality of Religiosity Scale (CRS-15) yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan 13 item valid, ? = 0,877. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi dari Spearman dengan hasil r=0,284 dan nilai signifikansi p=0,004 (p<0,01) yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dengan resiliensi pada narapidana Rutan Kelas II B Salatiga. Semakin tinggi tingkat religiusitas narapidana maka semakin tinggi pula tingkat resiliensinya, dan begitu pula sebaliknya jika tingkat religiusitas rendah maka semakin rendah pula resiliensi pada narapidana yang berarti hipotesis alternatif (H1) diterima.
Copyrights © 2023