Permasalahan penumpukan sampah di wilayah Kelurahan 30 Ilir karena terbatasnya infrastruktur persampahan mengharuskan partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri. Peran perempuan khususnya kaum ibu dalam pengelolaan sampah menjadi sentral karena berhubungan langsung dengan kegiatan memasak yang menghasilkan sampah organik. Selain diperlukannya kesadaran yang tinggi, ibu-ibu rumah tangga juga perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup dan sesuai untuk berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan sampah. Pemanfaatan sampah dari sisa-sisa bahan makanan seperti kulit bawang, ampas teh, dan air cucian beras dapat diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi pupuk cair organik yang dapat menyuburkan tanah dan tanaman, serta membasmi hama dan penyakit pada tanaman. Selain mengurangi sampah rumah tangga, pembuatan pupuk organik cair ini dapat menjadi solusi alternatif mengganti penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Selain bahan yang mudah dijangkau, pupuk organik ini dapat menghemat biaya dan juga praktis dibuat. Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat utamanya ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan 30 Ilir dalam pentingnya mengelola sampah organik dan memberikan masyarakat keterampilan dalam melakukan pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri untuk menghasilkan pupuk cair organik yang dapat dimanfaatkan untuk kesuburan tanaman dan juga ramah lingkungan.
Copyrights © 2023