Toleransi pada masyarakat plural seperti Indonesia menjadi titik tumpu, titik temu, dan titik tuju. Pembelahan sosial akan rawan terjadi jika antar warga masyarakat yang berbeda suku, etnis, agama, dan adat istiadat yang berbeda, jika tidak memiliki standar sikap dan perilaku dalam berinteraksi dengan komunitas lain. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap toleransi kaum milenial pada semester 1 sebanyak 35 orang dengan program Ma’had al-Jami’. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan SLA (The Sustainable Livelihood Approach), yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan sikap toleransi yang diukur dengan 5 (lima) pernyataan yakni sikap terhadap warga yang berbeda aliran, berbeda agama, pembangunan tempat ibadah, sikap terhadap ormas lain, dan sikap rasa nyaman berinteraksi dengan kelompok agama lain. Pada aspek dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah, sebanyak 5 orang (14%) menyatakan tidak mendukung pembangunan rumah ibadah jika tidak memenuhi syarat sesuai dengan SKB 2 menteri.
Copyrights © 2023