Bongkar muat batubara memerlukan penanganan khusus diantaranya pada proses penyimpanan. Penyimpanan dapat dilakukan pada lapangan penumpukan atau disebut stockpile. Masing-masing jenis stockpile memiliki kelebihan dan kekurangan terkait kualitas dan kuantitas cargo. Stockpile dalam penelitian ini merupakan open stockpile. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penyebab dari terjadinya short cargo pada area open stockpile. Short cargo merupakan kondisi dimana muatan yang dimuat atau dibongkar dari dan ke palka mengalami kekurangan dan tidak sesuai dengan stowage plan. Short cargo disebabkan berbagai hal diantaranya kesalahan tenaga kerja bongkar muat, pengawasan jetty yang kurang, bongkar muat dengan crane sehingga beberapa muatan tumpah, dicuri, spontaneous combustion dan hilang karena kondisi cuaca. Proses pemuatan dilakukan dari open stockpile ke dalam palka MV. Josco Nanjing V.123 dan terjadi short cargo sebesar 0.75% yakni 1.074,059 MT dari total cargo 41.574,059 MT. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif serta teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi di lapangan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa penyebab terjadinya short cargo pada pemuatan batubara di MV. Josco Nanjing V.123 V.193 disebabkan oleh muatan yang basah dari open stockpile, kurangnya stock batubara, terjadinya tumpahan batubara saat unloading ke stockpile serta human error pada pengamatan draft kapal. Penanganan untuk meminimalisir short cargo dengan pengeringan sebelum pemuatan, perencanaan sistem penirisan, peningkatan keahlian operator crane pada penggunaan shore grabs serta meningkatkan ketelitian surveyor pada terkait draft kapal.
Copyrights © 2023