Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan majemuk (multiple intelligences) siswa sekolah dasar dalam perspektif pendidikn Islam. Multiple intellegence yang disampaikan Howard Gardner tersebut tercakup juga dalam kecerdasan konsep Islam, meliputi kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Namun Howard Gardner tidak melibatkan kecerdasan eksistensial dalam mengungkap kecerdasan yang dimiliki setiap manusia. Padahal Islam memandang kecerdasan eksistensial merupakan salah satu dari kecerdasan yang dimiliki manusia yang berasal dari fitrah manusia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian library research atau kepustakaan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah riset pustaka atau studi pustaka yaitu memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data. Yang membedakan kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner dan Perspektif Islam adalah menurut konsep Islam ada konsep alam di dalam pembelajaran. Alam adalah kemampuan dasar yang ada pada masing-masing siswa yang perlu dikembangkan untuk mencapai perkembangan sempurna melalui pendidikan yang tepat. Masalah yang bisa dilihat, bahwa studi agama belum mengembangkan berbagai potensi atau kecerdasan majemuk secara penuh. Pendidikan Islam harus memperhatikan waktu dalam kegiatan belajar dan sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Agar memahami kecerdasan majemuk secara optimal dan berkembang, maka kecerdasan majemuk ini harus juga diterapkan pada pendidikan Islam, sehingga siswa mengetahui kapan potensi kecerdasan bisa ditingkatkan yang pada akhirnya bisa memanfaatkan keterampilannya dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Multiple Intellegences, Pendidikan Islam
Copyrights © 2023