Artikel ini bertujuan untuk membahas kurikulum pendidikan Al-Quran di pondok pesantren (PP) Al-Husain. Artikel ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif penelitian lapangan dan dengan pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data pada artikel ini menggunakan wawancara semitersetruktur dan observasi nonpartisipatif. Hasil penelitian menunjukkan alasan pendidikan Al-Quran menjadi kurikulum utama di PP Al Husain dipengaruhi oleh pendirinya. PP Al Husain dikembangkan dengan penuh kesadaran bahwa Al-Quran merupakan sumber utama pada ranah pengetahuan, kesadaran religious, aspek perbaikan moral dan spiritual. Kurikulum pendidikan Al-Quran yang ditawarkan di PP Al Husain, mencakup 4 (empat) program, yaitu metode Yanbu’a sebagai proses mengenal huruf hijaiyah dan magorijulhuruf, Juz ‘Amma Bil Hifdzi sebagai program santri agar terbiasa dalam menghafal dan membaca ayat Al-Quran dengan baik dan benar, Al Quran Bin Nadzri sebagai program membaca Al Quran 30 juz agar santri memiliki kualitas membaca Al-Quran dengan baik sehingga santri siap dalam menempuh program berikutnya, dan) Al Quran Bil Hifdzi yaitu program hafalan Al-Quran 30 Juz guna melahirkan generasi penghafal Al-Quran yang selalu melestarikan ajaran Islam, terlebih dengan ikhtiar dalam rangka mencapai rido Allah SWT.Kata Kunci: Kurikulum; Pondok Pesantren; Pendidikan Al-Quran
Copyrights © 2022