Artikel ini mengungkap filosofi sarung (sarune dikurung) dalam diskurus pendidikan Islam, berangkat dari aspek kebahasaan untuk kemudian dikaji dari sudut filosofis guna direlasikan dengan pendidikan Islam. Tulisan ini menggunakan pendekatan kepustakaan untuk memperoleh data, kemudian dikaji dengan konsepsi filosofis, dan dianalisis induktif, agar menghasilkan simpulan yang relevan. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa sarung memiliki makna filosofis yang mulia dimana terdapat nilai-nilai luhur yang telah diresapkan didalamnya. Sarung mengacu pada makna filosofis sarune dikurung mengandung interpretasi manusia agar menjaga sikap buruk atau tidak pantas. Dalam diskursus pendidikan Islam, nilai tersebut selaras dengan ajaran mengendalikan nafsu, menjaga aurut, serta menjaga dari sikap buruk. Implikasi penelitian terhadap aspek filosofis, memakai sarung manjadi pengendalian diri. Penelitan berkontribusi pada pemaknaan filosofis sarung bagi pengembangan pendidikan Islam.
Copyrights © 2023