Perekonomian yang lemah di pedesaan adalah cerminan dari kelesuan ekonomi bangsa secara umum. LKMA dikembangkan di pedesaan sebagai hasil dari Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) pemerintah. Strategi pengembangan LKMA Gapoktan PUAP di Kabupaten Gunungkidul menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh elemen pemerintahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan LKMA Gapoktan Kabupaten Gunungkidul yang berlandaskan pada faktor internal dan eksternal.Perumusan strategi pengembangan LKMA Gapoktan PUAP di Kabupaten Gunungkidul dimasa mendatang menggunakan analisis SWOT. Hasil identifikasi faktor internal dan eksternal LKMA selanjutnya dimasukkan ke dalam Matriks Faktor Internal (IFE) dan Matriks Faktor Eksternal (EFE). Faktor-faktor strategi LKMA disusun dalam matriks yang dapat menggambarkan secara jelas peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.Dalam penelitian ini dilakukan Uji Instrumen yaitu Uji Validitas dan Reliabilitas agar dinyatakan valid dan reliable kemudian didapatkan hasil faktor internal kekuatan lebih besar daripada faktor kelemahan. Faktor kekuatan menunjukkan skor 1,520, sedangkan faktor kelemahan menunjukkan skor 1,784. faktor eksternal, faktor peluang menunjukkan skor 2,233, sedangkan faktor ancaman menunjukkan skor 0,981 sehingga pada sumbu Y berada pada titik 1,252. Strategi dalam pengembangan LKMA berada pada kuadran III dalam matriks SWOT yaitu melalui perbaikan kelemahan untuk menangkap peluang-peluang yang ada (strategi turnaround).
Copyrights © 2023