Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Perilaku Petani Sawit Rakyat Dalam Fluktuasi Harga di Kecamatan S.T.M. Hilir Kabupaten Deli Serdang Sari, Cut Rozana; Puarada, Sakral Hasby; Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Utami, Dewanti Risa
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v7i2.16254

Abstract

Perekonomian nasional dan daerah sangat ditopang oleh perkebunan kelapa sawit. Selain menghasilkan devisa, kegiatan perkebunan kelapa sawit juga telah memberikan ribuan pekerjaan kepada warga sekitar, agar perkebunan rakyat dapat berkembang dan sejahtera, petani harus memperbaiki pengelolaannya sebagai penyeimbang industri kelapa sawit, luas areal kelapa sawit rakyat kecamatan S.T.M Hilir tahun 2020-2021 adalah 2.827 ha dengan produksi 8.555,42 ton. Mayoritas petani di Kabupaten STM Hilir mengandalkan usahatani kelapa sawit rakyat sebagai sumber pendapatan operasional usaha mereka. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan S.T.M Hilir mengingat masih banyak petani sawit skala kecil disana yang memelihara kebunnya, namun tidak banyak juga yang beralih ke tanaman lain antara lain karet, kelapa, ubi kayu, dan kacang tanah ketika produksi sawit menurun. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang tujuan nya untuk mengumpulkan informasi secara aktual serta rinci guna menggambarkan gejala yang ada, mengidentifikasi suatu masalah, membuat perbandingan dan menetukan apa yang dilakukan oleh orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman. Populasi seluruh petani sawit di Kecamatan S.T.M Hilir yaitu 30 petani sawit yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua skala yaitu skala Likert untuk pengukuran sikap dan skala Guttman untuk mengukur pengetahuan dan tindakan. Perilaku seorang petani dapat dievaluasi dengan menggunakan ukuran Guttman dan Likert, yang mempertimbangkan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Tingkat perilaku petani Fluktuasi harga sawit di Kecamatan S.T.M Hilir masih tergolong pada kriteria rendah yakni 9% dengan hasil -1%. Indikator pengukuran Skala Likert yang terjadi membuktikan bahwa dari seluruh indicator pengukuran baik pada aspek perilaku, Sikap dan Tindakan memiliki hal yang relative dan setiap petani memiliki pemikiran yang tidak sama dari setiap pengukurannya dengan mempertimbangkan alas an-alasan yang logis menurut pandangan petani tersebut.
Strategi Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) di Kabupaten Gunungkidul Puarada, Sakral Hasby; Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Sari, Cut Rozana
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v7i1.14464

Abstract

Perekonomian yang lemah di pedesaan adalah cerminan dari kelesuan ekonomi bangsa secara umum. LKMA dikembangkan di pedesaan sebagai hasil dari Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) pemerintah. Strategi pengembangan LKMA Gapoktan PUAP di Kabupaten Gunungkidul menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh elemen pemerintahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan LKMA Gapoktan Kabupaten Gunungkidul yang berlandaskan pada faktor internal dan eksternal.Perumusan strategi pengembangan LKMA Gapoktan PUAP di Kabupaten Gunungkidul dimasa mendatang menggunakan analisis SWOT. Hasil identifikasi faktor internal dan eksternal LKMA selanjutnya dimasukkan ke dalam Matriks Faktor Internal (IFE) dan Matriks Faktor Eksternal (EFE). Faktor-faktor strategi LKMA disusun dalam matriks yang dapat menggambarkan secara jelas peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.Dalam penelitian ini dilakukan Uji Instrumen yaitu Uji Validitas dan Reliabilitas agar dinyatakan valid dan reliable kemudian didapatkan hasil faktor internal kekuatan lebih besar daripada faktor kelemahan. Faktor kekuatan menunjukkan skor 1,520, sedangkan faktor kelemahan menunjukkan skor 1,784. faktor eksternal, faktor peluang menunjukkan skor 2,233, sedangkan faktor ancaman menunjukkan skor 0,981 sehingga pada sumbu Y berada pada titik 1,252. Strategi dalam pengembangan LKMA berada pada kuadran III dalam matriks SWOT yaitu melalui perbaikan kelemahan untuk menangkap peluang-peluang yang ada (strategi turnaround).
ANALISIS NILAI TAMBAH KOPI LONG BERRY DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Studi Kasus Home Industry Kawa Gayo) Nasution, Wahyu Isnanda; Puarada, Sakral Hasby; Yanto, Nopri; Zuliati, Septiarini; Hidayatsyah, Hidayatsyah
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i1.1351

Abstract

This research aims to compare the value-added in the production of green bean long berry coffee variants in Kawa Gayo home industry in Central Aceh Regency with the production of long berry coffee powder variants that are ready to be brewed and consumed. This value-added analysis research uses the Hayami method. Sample determination in this research uses purposive sampling method where the researcher relies on their own judgment when selecting population members to participate in this research. The data used in this research include primary data and secondary data. The results of the research show that the value-added of the green bean long berry coffee variant is greater than that of the long berry coffee powder variant, with a value-added amounting to Rp. 8,500. This is in line with the total profit obtained by Kawa Gayo home industry through the production of green bean long berry variant, which is greater with a total profit of Rp. 116,000 compared to the production result of long berry coffee powder variant. Besides the scale of the business, the factors influencing the greater value-added of the green bean long berry variant are influenced by the low contribution of other inputs, as Kawa Gayo home industry uses very few third parties in its production activities.
Evaluation of Land Capability and Land Use Direction in the Krueng Peusangan Hilir Sub-watershed, Bireuen Regency Akbar, Halim; Sarifuddin, Sarifuddin; Puarada, Sakral Hasby
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Graduate School of Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/aijst.12.1.31566

Abstract

The destruction of forests in watershed areas has now become a concern of many parties, resulting in floods, landslides, and droughts that continue to increase. Watershed damage is accelerated by increased utilization of natural resources due to population growth and economic development, conflicts of interest, and lack of integration between sectors between the upstream-middle-downstream areas. For this reason, it is necessary to assess land capability in a watershed so that land development follows the land capability class. The research was carried out in the Krueng Peusangan Hilir Sub-watershed, Bireuen Regency, Aceh, Indonesia, from October 2021 to February 2022, which is geographically located at 9558''00 - 9652''00 East Longitude and 506''00- 517 ''00" North Latitude. Land use in the study is dominated by dry land agriculture, covering an area of 19,100.28 ha with a topography area from 0-8% to 25-40%. A survey method by analyzing land capability classes at the study site was carried out for each land map unit (LMU) by comparing land conditions with the land capability evaluation Hockensmith and Steeles criteria (overlaid of determined thematic maps). The result shows that soil erodibility decreased linearly with increasing organic matter in the soil. Soils with high organic matter content have high erodibility. For the limiting factor on slopes in land capability classes found in II, III, IV, and VI class categories that are found in all LMUs, if these LMUs are used for agricultural cultivation, soil conservation measures are needed, such as making mound terraces or canal mound terraces, planting in strips and using mulch. The results show that the land capability classes consisted of 16668.30 ha in the land capability II class, 4184.06 ha land capability in the III class, 4524.91 ha in the land capability IV class, and 190.79 ha land capability VI class with a factor inhibiting soil erodibility (medium very high) and slopes (wavy - rather steep).
ANALISIS KELAYAKAN DAN KONTRIBUSI USAHA AGROINDUSTRI SIRUP PALA (Myristica fragrans) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA KECAMATAN TAPAK TUAN KABUPATEN ACEH SELATAN Puarada, Sakral Hasby; Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Utami, Dewanti Risa
Agrin Vol 28, No 1 (2024): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2024.28.1.855

Abstract

Industri pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Penelitian ini membahas kontribusi usaha agroindustri sirup pala (Myristica fragrans) terhadap pendapatan rumah tangga di kecamatan Tapak Tuan Kabupaten Aceh Selatan. Metode penelitian menggunakan studi kasus (case study). Penulis mengambil semua populasi pelaku agroindustri sirup pala yaitu 20 orang. Untuk Menganalisis permasalahan pertama menggunakan metode deskriptif kuantitatif yakni, Return Cost Ratio (R/C Ratio). Untuk Menganalisis masalah kedua menggunakan deskriptif dengan menghitung pendapatan agroindustri sirup pala (Rp/bulan) dan pendapatan total rumah tangga (Rp/bulan). Rata-rata jumlah produksi sirup pala perbulannya adalah 404,4 botol, dengan harga sirup Rp.15.000/botol, dengan penerimaan Rp.6.066.000 per bulan. Didapatkan bahwa nilai R/C sebesar 2,58 dengan interpretasi bahwa usaha agroindustri sirup pala layak untuk diusahakan. Nilai B/C terdapat sebesar 1,75 dengan demikian dapat dikatakan layak dengan interpretasi penambahan biaya Rp.1 maka akan menguntungkan sebesar Rp.1,75. Nilai BEP Harga sebesar Rp 5.793,40 dan BEP Produksi 12 botol serta BEP Penerimaan sebesar Rp.119.830,67. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan rumusan masalah pertama yaitu usaha agroindustri sirup pala di lokasi penelitian dikatakan layak berdasarkan kriteria R/C, B/C, BEP harga, BEP produksi, dan BEP penerimaan. Dalam keseluruhan, agroindustri sirup pala berpotensi signifikan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal.
Consumer Preference on Demand for Avocado in Traditional Markets Aceh Utara District Puarada, Sakral Hasby; Sari, Cut Rozana; Yanto, Nopri; Nugrahawati, Anis
Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics Vol. 2 No. 1 (2023): January, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijaea.v2i1.2908

Abstract

Consumer demand is an action taken by consumers to buy a product. The first objective of this study was to analyze and determine the effect of income, education, number of dependents, and the price of avocado on the demand for avocado butter in the traditional markets of North Aceh District. The second objective is to analyze the order of attributes of the most important mango avocado fruit according to consumer preferences in traditional markets in North Aceh District. This study was tested with validity and reliability tests and analyzed using multiple linear analysis and obtained the calculated F results from both traditional markets to obtain significant results so that reject Ho and accept H1 means simultaneously (simultaneously) with a 95% confidence level.
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Melinjo (Gnetum gnemon L) Menjadi Produk Olahan Keripik Kulit Buah Melinjo Puarada, Sakral Hasby; Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Harahap, Wahyuni Umami
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.6464

Abstract

Agroindustri berperan baik seiring berjalannya waktu sampai dengan saat ini. Berbagai macam produk telah dihasilkan mulai dari pengolahan umbi-umbian, buah-buahan. tetapi tidak banyak yang mengetahui bahwa tanaman hutan yang memiliki nama latin Gnetum gnemon L ternyata bisa menjadi sebuah alternatif untuk menambah pendapatan keluarga. Gnetum gnemon L adalah jenis tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) yang biasa disebut dengan Melinjo. Tanaman hutan ini berasal dari Asia tropic dan Pasifik Barat. Pohon melinjo tumbuh liar dihutan-hutan dengan ketinggian 1200 mdpl. Buah melinjo biasanya dikonsumsi sebagai pelengkap sayuran rumah tangga. Buah melinjo yang biasa dikonsumsi adalah buah melinjo yang berumur muda dan belum memiliki lapisan buah dalam yang tebal. Sementara itu, ternyata buah melinjo yang sudah tua atau yang berwarna merah memiliki banyak manfaat dan kandungan gizi yang tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada mitra dalam pengolahan dan pemanfaatan kulit buah melinjo menjadi keripik kulit buah melinjo. Sasaran program pengabdian kepada masyarakat ditujukan kepada Kepala Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Sumatera Utara dan yang berpartisipasi adalah ibu-ibu PKK Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah (a) sosialisasi dan pelatihan, yaitu memberikan pemahaman kepada mitra tentang pemanfaatan kulit buah melinjo; (b) pelatihan, yaitu memberikah pengetahuan bagaimana cara mengolah kulit buah melinjo menjadi satu produk agroindustri keripik kulit buah melinjo. Hasil yang didapatkan pada pelatihan ini adalah antusiasme dari mitra atas pengetahuan dan pemanfaatan kulit buah melinjo serta rasa dan nilai positif dari mitra bahwa agroindustri adalah alternatif lain untuk menghasilkan pendapatan tambahan keluarga.
MEKANISME PEMBUATAN SIRUP JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) YANG BERGUNA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA DALAM SUASANA COVID-19 Puarada, Sakral Hasby; Syafrilia Gurning, Riris Nadia; Fuadi, Misril
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.68-74

Abstract

Saat ini, penyebaran infeksi Corona Virus Disease (COVID) -19 belum berhenti di banyak negara di dunia. Jika kita cermati dari kasus pertama Covid-19 di Wuhan, China pada akhir Desember 2019, jumlah kasus yang terinfeksi virus tersebut tidak berkurang. Kasus virus corona telah mencapai lebih dari 43 juta. Untuk sensus ini, 1.157.714 orang meninggal, atau 5.580 per 1 juta orang. Obat herbal telah lama menjadi obat tradisional. WHO menjelaskan bahwa 65% penduduk negara berkembang menggunakan obat tradisional. Jahe adalah salah satu tanaman biofarmaka yang paling sehat dan efektif. Ada banyak jenis yang tersedia di pasaran. salah satunya adalah varietas jahe merah. senyawa dari tanaman jahe memiliki aktivitas anti-bakteri. Senyawa ini memiliki fungsi yang kuat untuk mencegah bakteri. Salah satu produk olahan jahe yang dapat dihasilkan adalah sirup jahe. Sirup jahe merupakan produk olahan yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti teh dan kopi di masa wabah saat ini. Selain itu, pengolahan agroindustri komoditas jahe dapat menghasilkan pendapatan diluar dari pendapatan yang biasanya didapatkan dari pekerjaan utama.
PENGGUNAAN BAHAN ALAMI DAUN SIRIH DAN LIDAH BUAYA SEBAGAI ANTISEPTIK ALAMI UNTUK MENCEGAH COVID-19 DI DESA SENA, KECAMATAN BATANG KUIS Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Puarada, Sakral Hasby; Nurhajijah, Nurhajijah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.37-44

Abstract

Penyebaran virus corona yang terjadi saat ini semakin meningkat tetapi kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, sehingga dibutuhkan alternatif usaha untuk menangani masalah tersebut yaitu produk alternatif pengganti pencuci tangan. Hand sanitizer merupakan salah satu produk yang efisien dikalangan masyarakat namun terkandung banyak alkohol yang tidak baik untuk kulit. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan kesadaran untuk taat menjalankan protokol kesehatan dan membuat hand sanitizer berbahan dasar alami yaitu terbuat dari lidah buaya dan daun sirih. Daun sirih dan lidah buaya dinilai memiliki peran sebagai antiseptik alami yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Mitra sasaran dalam PKM ini adalah anggota PKK Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan adalah dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk menambah pengetahuan tentang penggunaan antiseptik alami yaitu menggunakan bahan daun sirih dan lidah buaya sebagai hand sanitizer. Hasil akhir dari PKM adalah mitra sasaran memiliki kesadaran akan kesehatan dan selalui menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah yaitu penggunaan bahan alami sebagai hand sanitizer sebagai usaha untuk mencegah penyebaran virus Covid-19
Eco-Enzyme Watermelon Skin Efforts to Implement Net-Zero Emissions in Increasing the Green Economy Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Lubis, Wildani; Nurhajijah, Nurhajijah; Puarada, Sakral Hasby; Intan, Dian Retno; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.650

Abstract

Permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah kurangnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga, khususnya oleh ibu rumah tangga, akibat minimnya edukasi dan pengetahuan mengenai pengolahannya menjadi produk bernilai guna seperti eco-enzyme. Padahal, eco-enzyme sangat bermanfaat sebagai pupuk dan pestisida alami baik untuk skala kecil maupun besar, serta mendukung program pemerintah dalam upaya net-zero emission (NZE) yang berguna untuk mengurangi emisi dan polusi dari industri pupuk dan pestisida konvensional yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu rumah tangga dalam mengolah limbah organik, khususnya kulit buah semangka, menjadi eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik (sayur dan buah) dengan tambahan gula merah atau molase, yang memiliki berbagai manfaat seperti pembersih serbaguna, pupuk, pestisida nabati, pembersih lingkungan, serta stimulan pertumbuhan tanaman dan peningkat unsur hara tanah. Selain manfaat ekologisnya, eco-enzyme juga berpotensi untuk dikomersialisasikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan mendorong terciptanya ekonomi hijau (green economy). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran lingkungan, serta kemampuan inovasi masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat dan ramah lingkungan.