Studi kasus ini bertujuan untuk menilai tingkat keberlanjutan sosial kemitraan usaha perkebunan kelapa sawit rakyat dan kaitannya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Studi kasus ini dilakukan dengan pendekatan social life cycle assessment (SLCA) sesuai panduan SLCA UNEP. Batasan sistem yang dipertimbangkan adalah rumah tangga pekebun anggota koperasi Z yang bermitra dengan PT X. Terdapat lima indikator keberlanjutan sosial dan enam parameter kinerja yang diteliti dan kemudian diidentifikasi relevansinya terhadap pencapaian TPB. Studi kasus ini dilakukan di PT X, yang beroperasi di Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara. Temuan studi kasus ini menjelaskan bahwa secara umum kemitraan usaha perkebunan kelapa sawit antara PT X dan koperasi Z memiliki kinerja sosial positif. Secara parsial, sejumlah indikator keberlanjutan sosial telah memenuhi standar kepatuhan, seperti “hubungan dagang yang adilâ€, “hubungan pemasokâ€, “pemenuhan kebutuhan dasarâ€, dan “akses jasa dan inputâ€. Sementara kinerja sosial sedikit di bawah standar kepatuhan ditemukan pada indikator “distribusi kekayaanâ€. Temuan studi kasus ini juga dapat menjelaskan bahwa tata kelola kemitraan usaha perkebunan kelapa sawit rakyat yang baik dapat berkontribusi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), meliputi TPB 1, 2, 6, 8 dan 12.
Copyrights © 2023