Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi dan kesulitan orangtua saat mengirimkan anak kembali belajar ke sekolah serta kesulitan guru saat anak kembali belajar di sekolah. Sebanyak 17 orangtua dari siswa berkebutuhan khusus dan 10 guru telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Terdapat tiga jenis kuesioner yaitu kuesioner alasan dan kesulitan orangtua mengirim anak kembali belajar ke sekolah serta kesulitan yang dihadapi guru saat anak belajar kembali di sekolah. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa kembalinya siswa berkebutuhan khusus belajar di sekolah disambut baik oleh anak meskipun memunculkan kesulitan atau tantangan baru bagi orangtua dan guru. Orangtua sulit mengatasi masalah kemunduran belajar dan regresi. Sebaliknya, guru megalami kesulitan dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Perlu dibuat buku panduan untuk membantu orangtua dan guru mengatasi kesulitan yang dihadapi saat mengirim anak berkebutuhan khusus kembali ke sekolah. Konten dalam buku panduan harus menyesuaikan dengan latar belakang usia dan pendidikan orangtua dan guru yang beragam agar mudah dipahami dan diimplementasikan.
Copyrights © 2023