Kajian ini berusaha untuk mengidentifikasi dan menganalisis dua gerakan politik, yaitu dari pinggir ke tengah dan dari tengah ke pinggir. Yaitu, bagaimana kaum santri maju ke arena politik dan bagaimana politisi Muslim memberi kepada kelompok rujukannya, yaitu kelompok santri. Kajian ini, dengan demikian, bersifat perbandingan gerakan, dengan menggunakan metode analisis tindakan, yaitu menyelidiki makna gerakan dari peristiwa-peristiwa sosial politis. Dengan metode tersebut ditemukan bahwa kaum santri telah mendapatkan manifestasi politiknya melalui berbagai kesempatan sosial politis sehingga berada di tengah-tengah pusaran kekuasaan. Selanjutnya ditemukan pula bahwa keberadaan kaum santri di tengah-tengah kekuasaan itu memberikan ruang kepada mereka untuk membuat kebijakan-kebijakan yang menguntungkan tempat asal mereka datang, yaitu institusi pesantren.
Copyrights © 2018