Masyarakat adat Di Indonesia pada umumnya tertutup karena menjaga komitmen adat budayanya. Tapi tidak bagi masyarakat adat Cireundeu Cimahi, mereka terbuka dengan budaya luar sambil tetap memegang adat budayanya sendiri. Bagi mereka adat Sunda bukan di wilayah simbolisme-formalisme tapi pada nilai-nilai substansi adat Sunda itu sendiri. Penelitian ini secara kualitatif dengan pendekatan sosio-antropologis mencoba mengungkap system keyakinan dan sistem nilai yang dianut oleh masyarakat adat Cireundeu Cimahi. Penelitian ini menemukan bahwa ternyata masyarakat adat Cireundeu merupakan sebuah sistem sosial yang memiliki sistem keyakinan, sistem nilai, sistem norma dan simbol tersendiri. Dalam konteks masyarakat Kota Cimahi, warga adat merupakan subsistem sosial. Mereka mampu melakukan universalisasi, di tengah arus Islamisasi dan modernisasi di kota Cimahi. Dan masyarakat adat Cireundeu bisa tampil sebagai komunitas sebagai akibat kemampuannya dalam melakukan universalisasi dalam konteks budaya yang lebih luas.
Copyrights © 2018