Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tingkat kesejahteraan subjektif guru honorer masuk pada kategori tinggi yaitu (60%) artinya mereka tidak merasa kekurangan dalam hidupnya, salah satu faktornya karena adanya faktor lain yang mampu menopang kebutuhan hidupnya seperti adanya kehadiran sosok suami dalam kehidupannya. Adapun dampak dari kesejahteraan guru honorer tersebut tidak menurunkan semangat guru dalam mengajar hanya saja proses pembelajaran yang disesuaikan dengan masa pandemi covis-19. Penyesuaian tersebut yaitu adanya pengeluaran tambahan secara financial karena pelaksanaan pembelajaran melalui daring membutuhkan dana yang cukup besar. Bukan hanya guru yang merasakan dampak secara langsung, para siswa mengalami hal yang sama mereka kesulitan untuk menyerap materi yang diberikan oleh guru karena sebagian besar dilaksanakan melalui pemberian tugas. Kemudian tidak semua peserta didik tidak memiliki handphone sebagai media belajar, kemudian tidak semua orangtua siswa mampu mendampingi belajar siswa sehingga keterlambatan pengumpulan tugas sering terjadi.
Copyrights © 2021