Artikel ini membahas tentang ideologi patriarki yang terdapat dalam cerpen yang berjudul Air Suci Sita karya Leila S. Chudori. Cerpen tersebut merupakan salah satu judul cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen yang berjudul Malam Terakhir. Cerpen tersebut dianalisis menggunakan kritik sastra feminis. Hasil penelitian menunjukkan adanya tokoh perempuan yang mandiri dan berani, namun ia masih tetap harus patuh pada nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakatnya. Pengakuan tunangan perempuan itu tentang kesalahan dan pengkhianatan yang dilakukannya merupakan gambaran bahwa sebenarnya tidak hanya perempuan yang melakukan kesalahan dan pengkhiatan, namun lelaki juga dapat melakukan kesalahan dan pengkhianatan. Lelaki dengan ideologi patriarkinya menganggap kesalahan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh lelaki sebagai hal yang biasa, sedangkan perempuan yang melakukan kesalahan dan pengkhianatan akan dianggap sebagai perempuan nista. Tokoh perempuan itu juga membayangkan tentang tokoh permaisuri dari Sang Raja Agung yang bersiap terjun ke dalam api penyucian diri dan tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada sang raja tentang kesetiaan sang raja. Hal tersebut merupakan bentuk subordinasi terhadap perempuan yang berlaku karena adanya ideologi patriarki. Ideologi patriarki tersebut merupakan hal yang ditentang oleh kaum feminis.
Copyrights © 2022