cover
Contact Name
Gut Windarsih
Contact Email
gut.windarsih@uinbanten.ac.id
Phone
+6281548520345
Journal Mail Official
tropical.bioscience@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Program of Biology Faculty of Science UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Jl. Syech Nawawi Al-Bantani Kp. Andamui Kel. Sukawana Kec. Curug Kota Serang 42171, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
TROPICAL BIOSCIENCE: Journal of Biological Science
"TROPICAL BIOSCIENCE: Journal of Biological Science" Publishes articles covering the fields of botany, zoology, microbiology, ecology, genetics and molecular biology. The journal also publishes articles on the theme of biodiversity in animal, plant and microbes, both at the level of gene, species and ecosystem and their use for humans (ethnobotany). In addition, the articles which published in this journal can also be on the theme of applied / developmental Biology, such as horticulture, agricultural Biology, forestry, biotechnology, genetic engineering, bioinformatics, biochemistry of natural materials.
Articles 23 Documents
Keanekaragaman, Status Konservasi, dan Potensi Suku Fabaceae Koleksi Kebun Raya Bogor MUHAMMAD RIFQI HARIRI; PENIWIDIYANTI PENIWIDIYANTI; ARIFIN SURYA DWIPA IRSYAM; RATNA SUTI ASTUTI
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v1i2.4310

Abstract

Fabaceae merupakan salah satu suku tumbuhan berbunga terbesar di dunia. Sebanyak 547 spesimen tercatat sebagai koleksi hidup di Kebun Raya Bogor. Sebagian koleksi memiliki manfaat yang telah banyak diketahui, sedangkan sebagian lain masih perlu dikaji lebih mendalam. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap keragaman jenis Fabaceae di Kebun Raya Bogor, status konservasi, dan potensi yang dimiliki. Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan secara langsung dan analisis database registrasi Kebun Raya Bogor. Koleksi hidup suku Fabaceae di Kebun Raya Bogor terbagi menjadi 5 anak suku, yakni Caesalpinioideae, Cercidoideae, Detarioideae, Dialioideae, dan Papilionoideae. Anak suku Caesalpinioideae memiliki jumlah anggota paling banyak yakni 35 marga, sedangkan anak suku dengan anggota paling sedikit adalah Cercidoideae dan Dialioideae yakni 2 marga. Pemanfaatan, potensi, dan status konservasi koleksi Kebun Raya Bogor dipaparkan pada makalah ini.
Identifikasi Morfologi Ulva intestinalis dan Acanthophora spicifera di Kawasan Pantai Tanjung Layar, Sawarna, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten MUHAMAD RAIF RAMDAN; ENI NURAENI
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v1i1.4354

Abstract

Di wilayah pesisir Indonesia terdapat kekayaan dan keanekaragaman sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan keanekaragaman sumber daya alam, khususnya keanekaragaman hayati (biodiversity) laut Indonesia, merupakan yang terbesar di dunia, karena memiliki ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, terumbu karang, dan padang lamun yang sangat luas dan beragam. Alga laut (seaweed) belum memiliki bagian akar, batang, dan daun sejati, namun masih berupa tallus. Salah satu daerah penyebaran keanekaragaman alga terdapat di kawasan Pantai Tanjung Layar, Sawarna, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Alga yang dapat ditemukan di daerah tersebut, diantaranya Ulva intestinalis dari divisi Chlorophyta dan Acanthophora spicifera dari divisi Rhodophyta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi morfologi Ulva intestinalis dan Acanthophora spicifera yang ditemukan di kawasan Pantai Tanjung Layar. Penelitian dilakukan pada Desember 2020 dengan metode eksplorasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pada masing-masing sampel diidentifikasi morfologinya di laboratorium menggunakan lup atau mikroskop stereo. Sampel dideskripsikan berdasarkan ciri-ciri morfologi yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi Ulva intestinalis terdiri dari talus yang menyerupai lembaran-lembaran kecil pipih, berwarna hijau, mengandung kloroplas, bercabang-cabang, dan holdfast berbentuk serabut. Adapun morfologi Acanthophora spicifera terdiri dari talus yang pendek, berwarna hijau kecokelat-cokelatan, bercabang-cabang, berbentuk seperti duri dan silindris, dan holdfast (rizoid) berbentuk serabut.
Identifikasi Morfologi Beberapa Jenis Anggota Phaeophyta di Pantai Palem Cibeureum, Anyer, Banten ATIKA AULIA; SITI KHOIRUNISATUL KURNIA; DENI MULYANA
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v1i1.4355

Abstract

Phaeophyta juga dikenal sebagai alga cokelat. Alga cokelat dapat dengan mudah dijumpai di dasar perairan dangkal hingga kedalaman tertentu di daerah epipelagik yang masih terjangkau oleh seluruh spektrum cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi beberapa alga Phaeophyta, yaitu Dictyota sp., Padina australis, dan Sargassum muticum yang ditemukan di Pantai Palem Cibeureum, Anyer. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan diidentifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa struktur morfologi Dictyota sp. dan Padina australis terdiri dari talus dan rhizoid (holdfast), sedangkan pada Sargassum muticum terdapat stipe dan bladder. Alga Phaeophyta memiliki struktur lebih sempurna dibandingkan dengan kelompok alga yang lain. Struktur Phaeophyta menyerupai tumbuhan vaskular, memiliki morfologi yang merupakan analogi akar, batang, dan daun dari tumbuhan vaskular.
Mengenal Tanaman dari Familia Asteraceae: Melampodium divaricatum L. ASRI ULFIYA RAHMATILLAH; LAKSMI PUSPITASARI
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v1i1.4357

Abstract

Penelitian yang berjudul “Mengenal Tanaman dari Familia Asteraceae;Melampodium divaricatum L.” ini dilaksanakan pada bulan September 2020 bertempat di Taman Bunga Shinta, Pabuaran, Serang-Banten. Tempat tersebut dibuka setiap hari pada pukul 09:00-17:00 dengan harga tiket masuk yang cukup murah meriah. Metode yang digunakan adalah metode survey melalui eksplorasi di lapangan (pengambilan sampel dengan cara menjelajahi lokasi penelitian) dan kami melakukan penelitian pada bunga yang telah masing-masing mahasiswa pilih. Identifikasi dilakukan langsung ditempat karna alat yang kami butuhkan tidak begitu sulit untuk dibawa saat ke lokasi. Banyak sekali jenis tanaman hias yang ada di Taman Bunga Shinta tersebut, walaupun penelitian dilakukan saat keadaan pandemik dilokasi tidak terlalu ramai pengunjung dan tetap masing-masing pengunjung memperhatikan protokol kesehatan yang ada.
Identifikasi Morfologi Marchantia polymorpha dan Leucobryum glaucum di Bojong Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat SITI SUMIATI SOLIHAT; MUHAMMAD FARHAN KURNIA
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v1i1.4360

Abstract

Bogor merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang dikenal sebagai ‘kota hujan’. Hal ini dikarenakan daerah tersebut memiliki curah hujan yang tinggi, sehingga memungkinkan Bogor memiliki banyak tempat yang lembap. Hal ini menjadikan wilayah Bogor memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Berbagai jenis tumbuhan mudah ditemukan di daerah tersebut, salah satu diantaranya lumut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi lumut di kampung Bojong Menteng, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengambilan sampel dilakukan pada Januari 2021 menggunakan metode eksplorasi dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dua spesies lumut yang dapat dikelompokkan ke dalam dua divisi yang berbeda, yaitu Marchantia polymorpha dari divisi Marchantiophyta dan Leucobryum glaucum dari divisi Bryophyta.
Identifikasi Morfologi Ceratodon purpureus dan Leucobryum albidum di Kawasan Hutan Kota Serang, Banten ANAS NASUHA; DEWI SARI; GUT WINDARSIH
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v1i1.4361

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat melimpah, baik flora maupun fauna. Salah satu keanekaragaman hayati flora yang sering ditemukan adalah tumbuhan lumut. Lumut merupakan tumbuhan yang hidup di daerah lembap, berukuran kecil, dan tumbuh menempel pada substrat, seperti bebatuan, kayu, dan pepohonan. Salah satu daerah persebaran lumut diantaranya terdapat di kawasan Hutan Kota Serang, Banten. Lumut yang dapat ditemukan di daerah tersebut, diantaranya Ceratodon purpureus dan Leucobryum albidum dari kelas Bryopsida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter morfologi C. purpureus dan L. albidum yang terdapat di kawasan Hutan Kota Serang, Banten. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2021 dengan metode eksplorasi, adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan berupa purposive sampling. Identifikasi karakter morfologi spesimen dilakukan di laboratorium, kemudian sampel dideskripsikan berdasarkan ciri-ciri morfologi yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi C. purpureus terdiri dari rizoid, batang, tangkai (seta) yang tegak disertai kapsul pada ujungnya, dan daun berwarna hijau karena mengandung klorofil. Adapun morfologi L. albidum terdiri dari rizoid, batang, seta yang panjang dan berwarna merah-kecokelatan dengan disertai kapsul pada ujungnya, serta daun berwarna hijau dengan ujung meruncing.
Penggunaan Aloe vera Sebagai Alternatif ZPT Alami untuk Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata) Rizqi Fauzi
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v1i2.4675

Abstract

Tanaman Aloe vera memiliki kandungan enzim, mineral, gula, asam lemak, dan juga hormon pertumbuhan, yaitu auksin dan giberelin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh gel Aloe vera terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan berupa penyiraman tanaman kacang hijau dengan gel Aloe vera pada beberapa konsentrasi berbeda dan kontrol sebagai acuan. Pemberian perlakuan dilakukan selama 14 hari dan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau dilakukan 3 hari sekali. Data yang diperoleh diuji menggunakan One-Way ANOVA, kemudian dianaliss secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tanaman kacang hijau memiliki pertumbuhan yang berbeda secara signifikan pada perlakuan konsentrasi gel 10% yang menghasilkan tinggi tanaman paling tinggi, sedangkan terhadap jumlah daun, luas daun, dan diameter batang tidak memberikan pengaruh yang signifikan.
Kandungan Zat Gizi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologis pada Jahe (Zingiber officinale Rosc.): Review DEWI SARI; ANAS NASUHA
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v1i2.5246

Abstract

Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan tanaman rempah-rempah yang berasal dari Asia Selatan dan telah tersebar luas ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Jahe terdiri dari 3 varietas, yaitu jahe sunti/merah (Zingiber officinale var. rubrum), jahe gajah (Zingiber officinale var. officinarum), dan jahe emprit (Zingiber officinale var. amarum). Jahe mengandung sejumlah senyawa fenol yang bersifat antioksidatif, yang diduga dapat melindungi sel dari kerusakan. Jahe memiliki khasiat untuk megobati penyakit impoten, batuk, pegal-pegal, kepala pusing, rematik, sakit pinggang, dan masuk angin. Metode yang digunakan dalam review jurnal ini mengacu pada studi literature dari beberapa publikasi jurnal ilmiah nasional, dengan tujuan merangkum hasil penelitian mengenai zat gizi dan fitokimia yang terkandung dalam rimpang jahe serta pemanfaatannya sebagai obat tradisional. Hasil penelitian dari beberapa studi menunjukkan bahwa rimpang jahe mengandung zat gizi, diantaranya energi (79 kkal/100 g), karbohidrat (17,86 g/100 g), serat (3,60 g/100 g), protein (3,57 g/100 g), sodium (14 mg/100 g), zat besi (1,15 g/100 g), potasium (33 mg/100 g), dan vitamin C (7,7 mg/100 g). Selain itu, jahe mengandung fitokimia, diantaranya alkaloid, flavonoid, fenolik, triterpernoid, dan saponin.
Aktivitas Antioksidan Senyawa Flavonoid pada Daun Benalu, Katuk, Johar, dan Kajajahi: Review SITI CHOPIPAH; SITI SUMIATI SOLIHAT
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v1i2.5247

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang memiliki kemampuan untuk menghambat atau menunda oksidasi suatu molekul dengan cara mengakhiri reaksi berantai inisiasi dan propagasi, serta mengatasi atau menetralisir radikal bebas yang berpotensi menyebabkan dampak negatif bagi tubuh. Kebanyakan sumber antioksidan alami berasal dari tumbuhan yang mengandung senyawa fenolik di seluruh bagian tumbuhan baik di kayu, biji, buah, akar, bunga, maupun daunnya. Senyawa fenolik atau polifenolik ini dapat berupa golongan flavonoid. Salah tiga dari salah banyak tanaman yang bisa digunakan sebagai bahan baku obat yang berfungsi sebagai antioksidan alami sekaligus mengandung senyawa flavonoid, antara lain benalu, katuk, johar, dan kajajahi. Penelitian ini menggunakan metode review jurnal dengan tujuan merangkum beberapa hasil isolasi dan uji aktivitas antioksidan terhadap senyawa flavonoid yang diperoleh dari daun benalu, katuk, johar dan kajajahi. Sumber data penelitian ini berasal dari literatur yang diperoleh melalui internet berupa hasil penelitian dari publikasi jurnal Nasional. Berdasarkan hasil dari literatur review ini diketahui bahwa daun benalu, katuk, johar dan kajajahi memiliki kandungan flavonoid, sebagai bahan antioksidan. Kadar antioksidan tertinggi yaitu terdapat pada daun benalu, sedangkan kadar antioksidan terendah terdapat pada daun kajajahi.
Analisis Perbandingan Morfologi Mimosa pudica L. dan Mimosa pigra L. di Desa Susukan, Kabupaten Serang, Banten SEPTIANI SEPTIANI; LILI HALIMAH; ROZA RUSPITA; LAKSMI PUSPITASARI
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v1i2.5317

Abstract

Putri malu merupakan tumbuhan liar yang banyak ditemukan di daerah lembap dan tropis. Di Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten terdapat dua jenis tanaman putri malu, yaitu Mimosa pigra L. dan Mimosa pudica L. Mimosa pigra belum dikenal secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter morfologi M. pigra dan M. pudica. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada M. pigra tidak ditemukan buah. Batang dari kedua spesies memiliki penampang melintang yang berbentuk bulat, trikoma, dan duri sejati, tetapi warna, arah tumbuh, dan tinggi dari keduanya berbeda. Pada M. pigra, daun berwarna hijau, sedangkan pada M. pudica sedikit berwarna merah di bagian pinggir daun. Kecepatan mengatup daun M. pigra sekitar 03:62 detik, sedangkan pada M. pudica 02:13 detik. Pada M. pigra, bunga tumbuh di ketiak batang, sedangkan pada M. pudica tumbuh di ketiak daun. Kedua spesies memiliki bunga dengan warna merah muda. Namun pada M. pudica, bunga berwarna putih dan layu saat matahari terbenam.

Page 1 of 3 | Total Record : 23