Gunung Djati Conference Series
Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE)

Upaya Meningkatkan Kemandirian Anak Melalui Permainan Play Dough

Tuti Hayati (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Aam Kurnia (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Fitrah Fairuz (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)



Article Info

Publish Date
18 May 2022

Abstract

Latar belakang dilakukan penelitian ini karena adanya ketidakmandirian anak kelompok B RA Khoerul Huda Purwakarta dibuktikan dengan presentase hasil rata-rata kemandirian pra siklus/sebelum penelitian didapatkan hasil 50,79% dikategorikan kurang, penyebabnya karena anak merasa bosan dengan proses belajar yang monoton/mewarnai gambar dan guru tidak menggunanakan metode pembelajaran yang bervariasi, solusi dari permasalahan ini peneliti menawarkan metode permainan play dough untuk diterapkan kepada siswa. Tujuan penelitian ini yaitu 1)untuk mengetahui kemandirian anak kelas B RA Khoerul Huda Purwakarta sebelum diterapkan permainan play dough. 2) untuk mengetahui proses pelaksanaan permainan play dough untuk meningkatkan kemandirian anak kelas B Khoerul Huda Purwakarta pada setiap siklus. 3) untuk mengetahui kemandirian anak kelas B RA khoerul huda Purwakarta setelah diterapkan bermain play dough pada seluruh siklus. Metode dalam penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu : Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas B RA Khoerul Huda tahun ajaran 2020-2021 dengan jumlah 12 siswa, terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Dalam penerapan petode permainan play dough terdapat peningkatan setiap siklus, yaitu aktivitas guru siklus I 65,38% (katagori cukup aktif), sedangkan pada siklus II aktivitas guru mencapai 88,46%(kriteria aktif). 2) Aktivitas anak pada siklus 1 mencapai angka 55,88% (kurang aktif), sedangkan aktivitas anak pada siklus II mencapai angka 76,46% (Aktif) , terdapat peningkatan pada setiap siklus. 3) Kemandirian anak siklus I 62,79% (baik),mengalami peningkatan kemandirian anak pada siklus II mencapai angka 79,94% (sangat baik). Sehingga pada siklus II dinyatakan berhasil karena sudah mencapai indikator kinerja

Copyrights © 2022