Indonesia merupakan produsen dan eksportir karet alam utama dunia setelah Thailand. Karet alam merupakan komoditas strategis karena kontribusinya terhadap devisa negara. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui model perdagangan karet yang terbentuk, (2) mengetahui margin pemasaran dan pangsa tani sistem perdagangan karet, dan (3) mengetahui efisiensi perdagangan karet. Waktu pengumpulan data pada bulan Desember 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode simple random sampling berdasarkan teori Rule of Thumb. Dan untuk metode pengambilan sampel pedagang menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, disimpulkan bahwa kegiatan pemasaran di Desa Lubuk Tunggal terdiri dari dua model perdagangan, yaitu: Model perdagangan I (Petani Pedagang Pengumpul Pabrik), dan Model Perdagangan II (Petani Pengecer Pedagang Pengumpul Pabrik). Margin pemasaran tata niaga I Rp 3.333 per kg dan marjin pemasaran tata niaga kedua Rp 3.566. Pangsa tani model perdagangan I sebesar 70,85 persen dan pangsa tani model perdagangan II sebesar 58,49 persen. Dan diketahui bahwa model sistem perdagangan I lebih efisien daripada model sistem kedua.
Copyrights © 2021