Dalam pengajaran keterampilan membaca biasanya mahasiswa atau pembelajar dalam satu kelas mengerjakan tugas-tugas yang sama. Tetapi tugas-tugas tersebut diselesaikan dalam waktu yang berbeda, karena perbedaan kemampuan membaca , tipe pembelajar atau tipe intelegensi mahasiswa. Oleh sebab itu hasil belajar keterampilan membaca mereka juga berbeda. Dari observasi awal pada Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman diketahui bahwa kemampuan rata-rata mahasiwa dalam membaca teks bahasa Jerman masih relatif rendah, yaitu 6,1 dalam skala 10. Berdasarkan masalah tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk melihat penerapan konsep Binnendifferenzierung dalam pengembangan keterampilan membaca teks bahasa Jerman. .Binnendifferenzierung adalah suatu konsep pengajaran yang diterapkan dalam proses belajar dengan pemberian tugas yang berbeda yang disesuaikan dengan kondisi pembelajar yang berbeda pula. Subyek penelitian adalah 31 mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman yang mengontrak mata kuliah Arbeit mit Lesetexten (Bekerja dengan Teks bacaan). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, diskusi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Binnendifferenzierung dapat efektif diterapkan dalam pengajaran keterampilan membaca dengan berbagai variasi. Mahasiswa merespons penerapan konsep tersebut dengan sangat positif. Hal itu dapat dilihat dari catatan lapangan; peningkatan hasil tes pada siklus pertama yaitu menjadi 6,4 dan pada siklus kedua 7,7; serta hasil angket.
Copyrights © 2011