Thalasemia menyebabkan kegagalan pembentukan haemoglobin dan sel darah merah mudah rusak. Remaja yang mengalami thalassemia mayor memiliki masalah fisik, sosial maupun psikologis sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup, oleh sebab itu diperlukan peningkatan mekanisme koping dengan cara meningkatkan psychological well being, yaitu memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain sehingga dapat membuat keputusan dan mengatur perilaku sendiri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi hubungan psychological well being terhadap kualitas hidup remaja thalasemia mayor. Metode penelitian korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi 49 remaja thalassemia mayor dengan teknik sampling total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Ryff’s Psychological Well-Being Scale dan SF-36, menggunakan analisis Spearman Correlation. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara psychological well being dengan kualitas hidup remaja thalassemia mayor dengan P-value 0,020, menunjukkan bahwa kualitas hidup dan psychological well-being memiliki hubungan yang positif, berarti semakin tinggi tingkat kualitas hidup maka tingkat psychological wellbeing akan semakin tinggi.
Copyrights © 2023