Yuyun Sarinengsih
Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Fisioterapi Dada Disertai Minum Air Hangat terhadap Bersihan Jalan Napas pada Balita ISPA Firman Fadli; Yuyun Sarinengsih; Novithasari Tsamrotul
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.627 KB)

Abstract

Infeksi pernapasan menjadi penyebab utama peningkatan mortalitas dan morbiditas pada balita yang dapat mengakibatkan gangguan sistem pernapasan bahkan kematian, hampir 4 juta meninggal karena infeksi pernapasan, sehingga diperlukan penanganan farmakologis dan tindakan suportif untuk membantu vasodilatasi dan bersihan jalan napas dengan fisioterapi dada disertai minum air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada disertai minum air hangat terhadap bersihan jalan napas pada balita ISPA di UPTD Puskesmas Citarik. Jenis penelitian menggunakan Pre Experimental Designs dengan jenis Static Group Comparison dengan Populasi 424 balita. Sampel berjumlah 54 balita berusia 3-5 tahun dengan kelompok intervensi 27 responden dan kelompok kontrol 27 responden. Teknik pengumpulan data dengan lembar observasi bersihan jalan napas. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh fisioterapi dada disertai minum air hangat terhadap bersihan jalan napas pada balita ISPA di UPTD Puskesmas Citarik (P-value = 0.00), dengan hasil sebagian besar bersihan napas pada balita dengan ISPA bersih. Fisioterapi dada disertai air minum hangat bermanfaat membantu mengatasi permasalahan bersihan jalan napas pada balita yang mengalami ISPA.
Psychological Well-Being terhadap Kualitas Hidup Remaja Thalasemia Mayor Yuyun Sarinengsih; Denni Fransiska; Novitasari Tsamrotul Fuadah; R. Nety Rustikayanti
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i1.710

Abstract

Thalasemia menyebabkan kegagalan pembentukan haemoglobin dan sel darah merah mudah rusak. Remaja yang mengalami thalassemia mayor memiliki masalah fisik, sosial maupun psikologis sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup, oleh sebab itu diperlukan peningkatan mekanisme koping dengan cara meningkatkan psychological well being, yaitu memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain sehingga dapat membuat keputusan dan mengatur perilaku sendiri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi hubungan psychological well being terhadap kualitas hidup remaja thalasemia mayor. Metode penelitian korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi 49 remaja thalassemia mayor dengan teknik sampling total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Ryff’s Psychological Well-Being Scale dan SF-36, menggunakan analisis Spearman Correlation. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara psychological well being dengan kualitas hidup remaja thalassemia mayor dengan P-value 0,020, menunjukkan bahwa kualitas hidup dan psychological well-being memiliki hubungan yang positif, berarti semakin tinggi tingkat kualitas hidup maka tingkat psychological wellbeing akan semakin tinggi.
Literasi Digital Internet Addiction Pada Anak Usia Sekolah Anggi Jamiyanti; Andri Nurmansyah; Vivop Marti Lengga; Yuyun Sarinengsih
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.1898

Abstract

Internet mempunyai banyak dampak positif bagi pengguna terutama terkait dengan peningkatan ilmu dan pengetahuan yang berkembang sesuai kemajuan zaman. Akan tetapi, penggunaan internet berlebihan juga menimbulkan beberapa dampak negatif bagi kesehatan fisik hingga kesehatan mental termasuk pada anak usia sekolah. Oleh karena itu dibutuhkan literasi digital mengenai internet addiction serta penanganannya. Pengetahuan tentang dampak dan bagaimana self-control pada internet addiction sangat penting karena akan berdampak pada jangka panjang terhadap kesehatan anak usia sekolah. Untuk membekali anak usia sekolah dalam pengetahuan internet addiction serta penanganannya maka pengabdian masyarakat perlu dilakukan. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan dalam mengurangi dampak negatif akibat internet addiction pada siswa dan siswi SMK Bhakti Kencana Cileunyi. Pemberian edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah, demonstrasi dan sharing sesion. Evaluasi pre dan post-test dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. Hasilnya yang diperoleh adanya peningkatan pengetahuan mengenai internet addiction dan penanganannya yang bermakna, dengan nilai p=0,02. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi/penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan para peserta. Internet Addiction Digital Literacy in School Age Children The internet has many positive impacts on users, especially related to increasing knowledge and knowledge which develops according to the times. However, excessive internet use also has several negative impacts on physical health and mental health, including for school-aged children. Therefore, digital literacy is needed regarding internet addiction and its treatment. Knowledge about the impact and how to self-control internet addiction is very important because it will have a long-term impact on the health of school-aged children. To equip school-age children with knowledge of internet addiction and how to treat it, community service needs to be carried out. The activity aims to increase understanding and application in reducing the negative impact of internet addiction on students of SMK Bhakti Kencana Cileunyi. Providing education is carried out using lecture methods, demonstrations and sharing sessions. Pre and post-test evaluations are carried out to determine increases in knowledge. The results obtained were a significant increase in knowledge about internet addiction and its treatment, with a value of p = 0.02. This shows that education/counseling can increase the knowledge of participants.  
Pengalaman Suami yang Mengikuti Vasektomi di Kecamatan Cimahi Tengah : Experience of Husbands who Follow Vasectomy in Cimahi Tengah Subdistrict Fikri Mourly Wahyudi; R. Siti Jundiah; Novitasari Tsamrotul Fuadah; Inggrid Dirgahayu; Yuyun Sarinengsih
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2022): NJK Volume 18, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v18i2.123

Abstract

This research is based on the phenomenon of the low participation of men in family planning, which is only 1,5%, whereas the vasectomy method is only chosen by 0,3% of fertile-age couples. Various reasons make men's participation very low. This research was conducted to explore the experiences of husbands who had gone through vasectomy that could answer the phenomena. The study was conducted on 6 participants married men aged 44 to 62 years old, with the duration of vasectomy in 1 to 25 years. The method used is qualitative research with a phenomenological approach to explore the phenomena that exist in the experience of husbands who had gone through vasectomy procedures. The data of the research was collected through interviews with participants, checked with data triangulation, and analyzed by the Colaizzi approach. The study produced 8 themes: readiness to do vasectomy, pain, anxiety, getting rewards, no physical changes, no changes in sexual intercourse, and rumors, as well as 18 sub-themes. Researchers recommend health education and evaluation of vasectomy acceptors, and further researchers to continue research with other methods so deeper phenomena can be explored.
Status Gizi Balita Beresiko Stunting Berdasarkan Indeks Berat Badan Menurut Umur Novitasari Tsamrotul Fuadah; Yuyun Sarinengsih; Dessy Viany
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.983

Abstract

Status gizi berperan penting dalam tumbuh kembang balita. gizi yang baik dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal sehingga dapat mencegah stunting.  Stunting disebabkan kekurangan gizi kronis selama masa 1000 hari pertama kehidupan. Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang sedang diupayakan diturunkan. Memantau status gizi balita secara rutin merupakan salah satu upaya untuk deteksi dini dalam mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status gizi balita stunting berdasarkan indeks berat badan menurut umur. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan mengidentifikasi status gizi balita beresiko stunting berdasarkan indeks berat badan menurut umur dengan teknik total sampling pada 68 balita stunting. Data primer didapatkan melalui pengukuran berat badan balita dan umur balita kemudian dikategorikan berdasarkan standar baku WHO.  Analisis data univariat digunakan untuk mengidentifikasi status gizi balita beresiko stunting berdasarkan indeks berat badan menurut umur yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan 41,18% balita beresiko stunting memiliki berat badan kurang (underweight) dan 58,82% balita beresiko stunting memiliki berat badan normal.