Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Underwear Rules for Preventing Sexual Violence Vina Vitniawati; Iis Sopiah Suryani suryani; Mia Nisrina Anbar Fatin; Novitasari Tsamrotul Fuadah; Hairani Hairani
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i1.3013

Abstract

Child sexual violence is a phenomenon that requires joint attention because it affects all aspects such as the growth and development of children both physically, emotionally and psychologically so that it requires prevention efforts.program to teach how to provide sexual education for early childhood as an effort to prevent sexual violence in children.Madrasah Ibtidaiyah Permata Bangsa does not yet have a program andhave not received information about efforts to prevent child sexual violence including the Underwear Rules program. So it is necessary to increase knowledge about how to prevent sexual violence in children. The method in Community Service is health education about reproductive health and sexual violence. For the impact of sexual violence and its handling, it will be carried out through seminars involving psychologists which are carried out in a hybrid manner and methods of playing with children regarding underwear rules. Before and after implementation, pretest and posttest measurements were carried out to measure the understanding of teachers, parents and children regarding efforts to prevent sexual violence in children. Keywords: Community Service, Underwear Rules, Sexual Violence
Dampak Mengonsumsi Makanan Kariogenik dan Perilaku Menggosok Gigi terhadap Kesehatan Gigi Anak Usia Sekolah Dasar Novitasari Tsamrotul Fuadah; Denni Fransiska Helena; Ismi Tazkiyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 2 (2023): Mei 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i2.1586

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut menjadi suatu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan karies gigi pada anak yang memerlukan penanganan segera karena berdampak pada kesehatan gigi dan mulut. Makanan kariogenik adalah makanan manis apabila sering dikonsumsi akan memiliki dampak pada masalah kesehatan gigi. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan gigi adalah dengan menggosok gigi dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mengonsumsi makanan kariogenik dan perilaku menggosok gigi dengan kesehatan gigi pada anak usia sekolah kelas 2 dan 3 di SDN Sukamulya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 109 siswa kelas 2 dan 3 dengan teknik sampling proportionate stratified random sampling sebanyak 86 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kebiasaan mengonsumsi makanan kariogenik, perilaku menggosok gigi dan kesehatan gigi yang telah lulus uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukan hampir sebagian anak memiliki frekuensi sedang dalam mengonsumsi makanan kariogenik, perilaku menggosok gigi cukup baik, sebagian besar kesehatan gigi anak tidak sehat, ada hubungan mengonsumsi makanan kariogenik dengan kesehatan gigi dengan p-value 0,014, dan ada hubungan perilaku menggosok gigi dengan kesehatan gigi dengan p-value 0,000, hal tersebut menyatakan bahwa mengonsumsi makanan kariogenik dan perilaku menggosok gigi merupakan faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi.
Psychological Well-Being terhadap Kualitas Hidup Remaja Thalasemia Mayor Yuyun Sarinengsih; Denni Fransiska; Novitasari Tsamrotul Fuadah; R. Nety Rustikayanti
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i1.710

Abstract

Thalasemia menyebabkan kegagalan pembentukan haemoglobin dan sel darah merah mudah rusak. Remaja yang mengalami thalassemia mayor memiliki masalah fisik, sosial maupun psikologis sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup, oleh sebab itu diperlukan peningkatan mekanisme koping dengan cara meningkatkan psychological well being, yaitu memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain sehingga dapat membuat keputusan dan mengatur perilaku sendiri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi hubungan psychological well being terhadap kualitas hidup remaja thalasemia mayor. Metode penelitian korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi 49 remaja thalassemia mayor dengan teknik sampling total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Ryff’s Psychological Well-Being Scale dan SF-36, menggunakan analisis Spearman Correlation. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara psychological well being dengan kualitas hidup remaja thalassemia mayor dengan P-value 0,020, menunjukkan bahwa kualitas hidup dan psychological well-being memiliki hubungan yang positif, berarti semakin tinggi tingkat kualitas hidup maka tingkat psychological wellbeing akan semakin tinggi.
Tingkat pengetahuan anak tentang gizi dan perilaku pemilihan jajanan pada anak sekolah Ari Desyana Fitri; Denni Fransiska Helena Marpaung; Novitasari Tsamrotul Fuadah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Pengetahuan Dan Perilaku Dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.234

Abstract

Pendahuluan: Anak sekolah membutuhkan asupan gizi guna proses tumbuh kembangnya. Saat lapar, jajanan menjadi solusi, tetapi dapat menyebabkan peningkatan angka kesakitan. Tujuan:Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan anak tentang gizi dengan perilaku pemilihan jajanan pada anak sekolah di SDN Sukaraja 1 dan 2 Sumedang. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif deskriptif analitik menggunakan cross-sectional pada anak kelas 4 dan 5 di SDN Sukaraja 1 dan 2 Sumedang, jumlah populasi 261 dengan sampel 174 anak, dan teknik Disproportionate Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner pengetahuan gizi dan perilaku pemilihan jajanan yang telah dilakukan uji validitas serta reliabilitas. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan Chi-Square. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak memiliki tingkat pengetahuan baik, dan sebagian besar berperilaku pemilihan jajanan sedang. Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan anak tentang gizi dengan perilaku pemilihan jajanan pada anak sekolah di SDN Sukaraja I dan II Sumedang dengan nilai signifikansi 0,000 (P-value < 0,05). Hal itu menyatakan bahwa tingkat pengetahuan gizi merupakan faktor yang mendasari perilaku dalam pemilihan jajanan. Pihak sekolah dapat berperan dengan menyediakan kantin sehat untuk siswa.
PELATIHAN PEMANFAATAN BAHAN HERBAL SEBAGAI JAMU IMUNOSTIMULAN BAGI KELOMPOK PKK RW 001 DESA MAJASETRA KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Aulia nurfazri istiqomah; Asep Roni; Kharina Septi Lestari; Fikri Mourly Wahyudi; Agus Miraj Darajat; Novitasari tsamrotul fuadah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.859

Abstract

Sampai saat ini, dapat dikatakan kita masih berada dalam kondisi pandemic COVID-19, khususnya di Indonesia. Telah kita ketahui bersama bahwa dalam menghadapi pandemic COVID-19 ini kita harus menjaga sistem kekebalan tubuh untuk meminimalisir kemungkinan terpaparnya tubuh oleh virus COVID-19 dan patogen lainnya. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kp. Pangkalan RW. 001 Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung berupa pelatihan pemanfaatan bahan herbal sebagai jamu imunostimulan atau peningkat daya tahan tubuh kepada kelompok PKK setempat yang nantinya akan disebarluaskan kepada masyarakat. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, warga RW 001 Kp. Pangkalan, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung telah menerima pemahaman akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh terlebih dalam situasi pandemi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
Upaya Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengendalian Dampak Diabetes Mellitus Vina Vitniawati; Novitasari Tsamrotul Fuadah; Widyawati Widyawati; Santi Puspitasari; Dedep Nugraha
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 8 NOMOR 1 MARET 2024 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v8i1.20277

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronik yang membutuhkan penatalaksanaan yang tepat. DM merupakan penyakit yang dapat dicegah dan dapat dikendalikan, pencegahan dilakukan bagi masyarakat terutama untuk yang belum teridentifikasi DM sedangkan pengendalian dampak terutama ditujukan bagi yang sudah menderita DM. Skrining dan edukasi DM  diperlukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap resiko adanya DM serta diharapkan adanya perubahan perilaku masyarakat terkait DM. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan dampak DM di wilayah Desa Cileunyi Kulon. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Cileunyi Kulon. Metode pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan melakukan skrining Diabetes melitus dan edukasi dengan media power point  dan leaflet. Kegiatan dilakukan secara bertahap mulai dari skrining, hasilnya didapatkan 57% masyarakat memiliki kadar gula darah normal, 9% hiperglikemia, dan 34% hipoglikemia. Terjadi peningkatan pengetahuan dari sebelumnya 12,8 %  menjadi 25,6%. Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk penegakan diagnosis agar dapat dilakukan pengobatan yang tepat serta kader mengaktifkan program Posyandu Lansia (Posbindu) di RW 08 sebagai upaya pencegahan DM dan komplikasi DM bagi warga yang sudah menderita DM.
Tingkat pengetahuan anak tentang gizi dan perilaku pemilihan jajanan pada anak sekolah Ari Desyana Fitri; Denni Fransiska Helena Marpaung; Novitasari Tsamrotul Fuadah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.234

Abstract

Pendahuluan: Anak sekolah membutuhkan asupan gizi guna proses tumbuh kembangnya. Saat lapar, jajanan menjadi solusi, tetapi dapat menyebabkan peningkatan angka kesakitan. Tujuan:Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan anak tentang gizi dengan perilaku pemilihan jajanan pada anak sekolah di SDN Sukaraja 1 dan 2 Sumedang. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif deskriptif analitik menggunakan cross-sectional pada anak kelas 4 dan 5 di SDN Sukaraja 1 dan 2 Sumedang, jumlah populasi 261 dengan sampel 174 anak, dan teknik Disproportionate Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner pengetahuan gizi dan perilaku pemilihan jajanan yang telah dilakukan uji validitas serta reliabilitas. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan Chi-Square. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak memiliki tingkat pengetahuan baik, dan sebagian besar berperilaku pemilihan jajanan sedang. Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan anak tentang gizi dengan perilaku pemilihan jajanan pada anak sekolah di SDN Sukaraja I dan II Sumedang dengan nilai signifikansi 0,000 (P-value < 0,05). Hal itu menyatakan bahwa tingkat pengetahuan gizi merupakan faktor yang mendasari perilaku dalam pemilihan jajanan. Pihak sekolah dapat berperan dengan menyediakan kantin sehat untuk siswa.
Pengalaman Suami yang Mengikuti Vasektomi di Kecamatan Cimahi Tengah : Experience of Husbands who Follow Vasectomy in Cimahi Tengah Subdistrict Fikri Mourly Wahyudi; R. Siti Jundiah; Novitasari Tsamrotul Fuadah; Inggrid Dirgahayu; Yuyun Sarinengsih
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2022): NJK Volume 18, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v18i2.123

Abstract

This research is based on the phenomenon of the low participation of men in family planning, which is only 1,5%, whereas the vasectomy method is only chosen by 0,3% of fertile-age couples. Various reasons make men's participation very low. This research was conducted to explore the experiences of husbands who had gone through vasectomy that could answer the phenomena. The study was conducted on 6 participants married men aged 44 to 62 years old, with the duration of vasectomy in 1 to 25 years. The method used is qualitative research with a phenomenological approach to explore the phenomena that exist in the experience of husbands who had gone through vasectomy procedures. The data of the research was collected through interviews with participants, checked with data triangulation, and analyzed by the Colaizzi approach. The study produced 8 themes: readiness to do vasectomy, pain, anxiety, getting rewards, no physical changes, no changes in sexual intercourse, and rumors, as well as 18 sub-themes. Researchers recommend health education and evaluation of vasectomy acceptors, and further researchers to continue research with other methods so deeper phenomena can be explored.
Inovasi PMT SEHAT: Pemberian Makanan Tambahan Seimbang, Enak, Higienis, Aman, Terukur untuk Balita Novitasari Tsamrotul Fuadah; R. Nety Rustikayanti; Santi Puspitasari; Dede Nuraziz Muslim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.896

Abstract

Status gizi merupakan aspek penting dalam pertumbuhan balita. Kebutuhan gizi balita harus terpenuhi agar balita tidak mengalami permasalahan gizi, salahsatunya melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat. Kegiatan   pengabdian   kepada   masyarakat   ini   bertujuan   untuk   meningkatkan keterampilan kader dalam membuat PMT SEHAT (Pemberian Makanan Tambahan Seimbang, Enak, Higienis, Aman, Terukur) sesuai kebutuhan gizi balita dengan bahan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi awal dengan wawancara dan observasi mengenai pemberian makanan tambahan pada balita, selanjutnya pemberian edukasi kesehatan mengenai PMT SEHAT, pelatihan pembuatan PMT SEHAT berbahan lokal dengan demonstrasi langsung, pendampingan kader dalam praktik pembuatan PMT SEHAT, serta mendampingi pembagiannya pada balita di posyandu. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 12, 18 dan 19 November 2025 di Palasari, Cibiru, Kota Bandung, melibatkan dosen, mahasiswa, serta kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kader sudah mampu membuat PMT SEHAT sesuai dengan hasil pelatihan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan balita melalui pemberian makanan tambahanan sesuai kebutuhan gizi balita yang mudah diterapkan dan berkelanjutan sehingga diharapkan dapat mendukung laju pertumbuhan khususnya kenaikan berat badan dan tinggi badan balita.
Status Gizi Balita Beresiko Stunting Berdasarkan Indeks Berat Badan Menurut Umur Novitasari Tsamrotul Fuadah; Yuyun Sarinengsih; Dessy Viany
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.983

Abstract

Status gizi berperan penting dalam tumbuh kembang balita. gizi yang baik dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal sehingga dapat mencegah stunting.  Stunting disebabkan kekurangan gizi kronis selama masa 1000 hari pertama kehidupan. Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang sedang diupayakan diturunkan. Memantau status gizi balita secara rutin merupakan salah satu upaya untuk deteksi dini dalam mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status gizi balita stunting berdasarkan indeks berat badan menurut umur. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan mengidentifikasi status gizi balita beresiko stunting berdasarkan indeks berat badan menurut umur dengan teknik total sampling pada 68 balita stunting. Data primer didapatkan melalui pengukuran berat badan balita dan umur balita kemudian dikategorikan berdasarkan standar baku WHO.  Analisis data univariat digunakan untuk mengidentifikasi status gizi balita beresiko stunting berdasarkan indeks berat badan menurut umur yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan 41,18% balita beresiko stunting memiliki berat badan kurang (underweight) dan 58,82% balita beresiko stunting memiliki berat badan normal.