Cacing tanah memiliki banyak manfaat bagi ekosistem dan kehidupan manusia. Sifat cacing yang tidak agresif dan cenderung lambat memberikan respon pada perubahan, membuat sedikit peneliti mengkaji tentang hewan ini. Cacing tanah merupakan hewan mesofauna yang penting dalam meningkatkan kesuburan tanah, serta dapat melalui populasi dan biomasaa caing dapat mngetahui tingkat kesehatan tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari tingkat keanekaragaman cacing tanah berdasarkan riwayat lahan yang terkena dan dan tidak terkena tsunami di Aceh Barat. Metode pengkoleksian sampel menggunakan handsorting, dengan ketentuan dibuat lima plot berukuran 2x2 m persegi pada masing-masing lahan yaitu perkebunan sawit, daerah perumahan, lahan bekas tambang, tanah berpasir dan perkebunan karet . Kemudian dikaitkan dengan riwayat lahan yang terkena dan tidak terkena limbahan tsunami. Sampel yang ditemukan dimasukkan ke dalam botol sampel yang telah diisi alkohol 70%. Kemudian, diidentifikasi menggunakan buku Sim&Easton (1972) serta Blackmore (2002) di Lab Biologi Dasar STKIP Bina Bangsa Meulaboh. Pada lahan terkena tsunami lahan yang memiliki kerapatan cacing tanah tertinggi ditemukan pada lahan perkebunan karet sebesar 8,75 ind/m2 dan terendah ditemukan pada lahan pemukiman yaitu 2 ind/m2. Kerapatan cacing tanah pada lahan tidak terkena tsunami, kerapatan cacing tanah tertinggi ditemukan pada lahan perkebunan sawit sebesar 12 ind/m2 dan terendah ditemukan pada lahan bekas tambang yaitu 3,75 ind/m2. Tingkat kearagaman jenis cacing tanah tinggi ditemukan pada lahan tidak terkena tsunami.
Copyrights © 2021