Persepsi remaja yang salah tentang kesehatan reproduksi menjadi penyebab remaja rentan untuk mempraktikkan perilaku yang berisiko yang dapat menimbulkan kasus kekerasan seksual, PMS pada remaja hingga terjadi aborsi. Kesehatan reproduksi remaja merupakan kondisi sehat yang menyangkut system reproduksi (fungsi, komponen dan proses) yang terjadi baik pada laki- laki maupun wanita dengan rentang usia 10 -24 tahun yang terjadi secara fisik , mental, emosional dan juga spiritual.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional populasi pada penelitian ini yaitu siswi di SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh kelas XI dan XII. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling sehingga diperoleh sampel berjumalah 81 responden. Penelitian ini menunjukkan hanya 48 ,1 % responden yang memiliki persepsi positif tentang kesehatan reproduksi. Dari hasil uji statistik ada hubungan pemberian informasi kespro oleh keluarga p – Value =0,001 dengan persepsi tentang kesehatan reproduksi pada siswi di SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh . Tidak ada akses internet P Value = 0,548 , Keikutsertaan PIK – Remaja P Value = 0, 573, Dukungan teman sebaya p value = 0,754 dengan persepsi tentang kesehatan reproduksi pada siswi di SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh. Adanya hubungan pemberian informasi kesehatan reproduksi remaja oleh keluarga dengan persepsi tentang kesehatan reproduksi pada siswi di SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh. Saran kepada SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh agar meningkatkan mata pelajaran terkait kesehatan reproduksi remaja, supaya semua siswi di dapat meningkatkan persepsi tentang kesehatan reproduksi menuju kearah yang lebih positif
Copyrights © 2023