JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Vol 7, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Manajemen Pasien Infark Miokardium Akut Dengan Elevasi Segmen ST (IMA-EST) Anterior Onset Lebih dari 48 Jam Tanpa Tindakan Reperfusi di Bangsal Perawatan Jantung

Iswandi Darwis (Unknown)
Anggoro Budi Hartopo (Unknown)
Muhammad Gahan Sarwiko (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 May 2023

Abstract

Latar Belakang. Sindrom koroner akut merupakan penyakit utama penyebab kematian di dunia. Infark miokardium akut dengan elevasi segmen ST merupakan salah satu SKA yang banyak menimbulkan kematian. Tatalaksana reperfusidengan IKP primer sesuai dengan onset nyeri dada menjadi tatalaksana utama untuk menurunkan morbiditas danmortalitas. Kasus. Pasien laki-laki 62 tahun dengan diagnosis IMA-EST anterior onset lebih dari 48 jam berdasarkan keluhan nyeri dada khas angina dan sesak nafas. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama sinus, frekuensi 120 x/menit, dengan aksisnormal, terdapat elevasi segmen ST pada lead V1-V4 dan Q patologis pada lead V1-V3 serta terdapat peningkatan enzim hs-Troponin I. Pasien didapatkan kondisi infeksi paru dan terjadi perbaikan selama perawatan di bangsal. Pasien tidakdilakukan reperfusi karena menurut rekomendasi pada pasien IMA-EST onset lebih dari 48 jam rekomendasi III untuk dilakukan reperfusi. Pasien diterapi dengan pemberian vasodilator, penyekat beta, statin, heparinisasi dan kontrolkomorbid infeksi pada pasien merupakan tatalaksana lanjutan pada pasien di bangsal perawatan jantung. Pasien dirawat selama 7 hari di RS dan didapatkan perbaikan klinis. Pasien dilakukan 6MWT sebagai dasar penilaian untukaktivitas fisik pasien di rumah. Aktivitas fisik pasca SKA sangat diperlukan untuk memperbaiki luaran klinis, menurunkan angka mortalitas dan rehospitalisasi dan mencegah kejadian reinfark pada pasien di kemudian hari. Tes viabilitasjantung diperlukan untuk mengetahui apakah didapatkan perbaikan fungsi mikardium bila dilakukan reperfusi. Pada pasien direncanakan untuk tes viabilitas dengan menggunakan DSE.Kesimpulan.  Pasien dengan diagnosis IMA-EST onset lebih dari 48 jam tanpa ada keluhan nyeri dada, hemodinamik stabil dan tidak ada kelainan irama jantung yang mengancam jiwa tidak direkomendasikan untuk dilakukan reperfusi. Kata kunci: Infark miokardium akut dengan elevasi segmen ST, onset 48 jam, Repefusi

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

JK

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Dentistry Environmental Science Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Neuroscience Public Health

Description

Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis ...