Oli A & oli B memiliki permintaan tertinggi di PT XYZ sebesar 35% & 50%. Adapun permasalahan PT XYZ mengalami overstock. Hasil uji outlier oli A & B tidak ada data menyimpang dari kelompok data. Data oli A membentuk pola horizontal & trend. Data oli B membentuk pola horizontal & musiman. Peramalan permintaan oli A menggunakan trend analysis menghasilkan nilai MSE 6.208,50. Peramalan oli B menggunakan additive winter menghasilkan nilai MSE 3.929,30. Uji variabilitas data permintaan oli A & B bernilai V<0,25 sehingga menggunakan EOQ. Pengendalian persediaan oli A menghasilkan kuantitas pemesanan optimal 156 dus 12 kali frekuensi pemesanan dalam 12 periode. Hasil ROP yaitu 85 dus. Melalui EOQ, perusahaan menghemat Rp 773.917,90. Pengendalian persediaan oli B kuantitas pemesanan yang optimal 214 dus 17 kali frekuensi pemesanan dalam 12 periode. Hasil perhitungan ROP 160 dus. Dengan EOQ perusahaan menghemat Rp 1.845.397,32. Kata kunci: Peramalan, Persediaan, Oli, EOQ, frekuensi, ROP
Copyrights © 2023