Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 7, No 1 (2019): Sasindo

STRUKTURALISME MISTIK: TAHAYUL/MITOS/DONGENG DE SAUSSURE (1857-1913) & ROLAND BARTHES (1915-1980)

Agus Wismanto (Universitas PGRI Semarang)



Article Info

Publish Date
13 Aug 2020

Abstract

Aliran strukturalisme menjadi bagian pokok hasil kerja Canadian Northrop Frye, yang mempengaruhi teori-teori Amerika yang disebut dengan kritik mistik yang berkembang dari tahun 1940-an sampai pertengahan tahun 1960-an. Peran mistis/myth, dapat memahami hal-hal magis, imaginasi, mimpi, intuisi, dan ketidaksadaran. Myth atau hal mistis dipahami dalam hal kolektif sebagai bagian dari budaya dan kelompok untuk memaparkan sebuah kontek yang bermakna bagi keberadaan manusia. Analisis kritis menguji kandungan- kandungan pesan media, bagaimana teks/bahasa media dikaji, dan bagaimana makna yang dapat dimunculkan dari teks. Gagasan-gagasannya memberi gambaran yang luas mengenai media kontemporer. Barthes merupakan orang terpenting kedua dalam tradisi semiotika Eropa setelah Saussure. Melalui sejumlah karya, ia tidak hanya melanjutkan pemikiran Saussure tentang hubungan bahasa dan makna, pemikirannya justru melampaui Saussure terutama ketika ia menggambarkan tentang makna ideologis dari bahasa yang ia ketengahkan sebagai mitos. Kata kunci: strukturalisme mistik, Saussure, Barthes

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

sasindo

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Sasindo: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mencakup artikel penelitian, laporan penelitian, ulasan, dan komentar ilmiah dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dengan perincian sebagai berikut. Pengajaran Bahasa Indonesia Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Pengajaran Sastra ...