Wilayah Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan sumber daya air berupa penurunan muka air tanah yang signifikan, kondisi air sungai yang kering pada musim kemarau dan banjir pada musim hujan, serta berkurangnya ketersediaan air baku baik untuk air minum maupun untuk irigasi. Kerusakan sumber daya air tersebut disebabkan oleh faktor alam maupun manusia. Berbagai macam upaya dapat dilakukan untuk mengembalikan kondisi sumber daya air seperti semula, atau paling tidak dapat memperlambat laju kerusakannya. Perhitungan-perhitungan yang dilakukan dalam perencanaan embung ini meliputi analisa tampungan embung, perhitungan curah hujan rencana, Analisa tubuh embung serta menghitung rencana anggaran biaya (RAB). Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh ketersediaan air yang dapat ditampung dari hujan diperkirakan 26.429,3 m3, volume tampungan air embung yang didapat adalah 13.249,89 m3, Evaporasi selama musim kering (Agustus sampai dengan November) sebesar 310,15 m3 sehingga sisa tampungan menjadi 12.939,74 m3, jika kebutuhan air penduduk adalah 12.849 m3, maka terdapat sisa 90,74 m3, luas tanah yang dibutuhkan guna melaksanakan pekerjaan pembuatan embung tersebut adalah minimal sebesar 6.320,25 m2 atau 0,632 Ha, serta biaya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pembuatan embung jika dilaksanakan sekarang adalah sebesar Rp 467.620.379,46,-.
Copyrights © 2020