Hari libur merupakan hari yang dianggap libur dari segala kegiatan termasuk persiapan untuk materi belajar hari yang akan datang khususnya bagi santri tahfizh al-Qur’an. di Pondok pesantren tahfizh al-Qur’an al-Ittifaqiah libur mingguan adalah hari Jum’at dan libur lain yang sifatnya nasional atau kegiatan lain yang meniadakan belajar formal. Namun hal ini sering dijadikan alasan untuk keterlanjuran tidak belajar sehingga lupa bahwa dirinya harus mempersiapkan materi hafalan hari berikutnya. Karena terlena sehingga tidak sempat mmenyiapkan materi hafalan sehingga berakibat tidak siap maju setoran hafalan giliran pertama, mengurangi target hafalan, dan bahkan tidak hadir di kelas karena materi yang tidak siap disetor. Dengan demikian hari loibur memiliki dampak negative yang berakibat menurunnya kualitas hafalan al-Qur’an bagi siswa tahfizh al-Qur’an al-Ittifaqiah. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren al-Ittifaqiah, jenis penelitian adalah kuantitatif, populasi penelitian adalah santri tahfizh al-Qur;an Pondok pesantren al-Ittifaqiah terdiri atas santri tahfizh program mujahadah dan santri tahfizh regular. Jumlah sampel adalah 32 orang santri. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampel random jenuh. Random jenuh adalah sebuah penelitian yang mengambil sampel pada kelas diambil secara keseluruhan. Data dianalisis menggunakan rumus Product Moment, menguji hipotesis (Ho dan Ha), hasil hitung dibandingkan denggan tabel r, untuk mengetahui kekuatan korelasi maka dibandingkan dengan tabel interpretasi, dan pengujian kontribusi variable diuji dengan rumus determinasi. Hasil analisa menggunakan teknik korelasi Product Moment menghasilkan nilai korelas: r Hitung 0,316 angka tersebut memiliki kriteria lemah karena berada pada posisi 0,20-0,39 pada tabel interpretasi. Korelasi ini dikonsultasikan dengan tabel r hasinya 0,316 < r tabel 5 % dan 0, 449 dalam 1%. Korelasi ini lemah sehingga menunjukkan lemahnya hubungan hari libur dengan kualitas tahfizh al-Qur’an. Dapat dikatakan bahwa libur apapaun dan sebanyak berapapun libur tidak mempengaruhi kualitas tahfizh al-Qur’an. Keputusan hipotesis dalam hal ini mengingat hasil r hitung 0,316 < r tabel 5 % 0, 349 dan 1% 0,449 adalah lebih lebih kecil dari r tabel dengan demikian Ho diterima dan menolak Ha. Kontribusi antara kedua variable yaitu hubungan antara hari libur dengan kualitas dan target tahfizh al-Qur’an dihitung dengan rumus KD = r2 x 100 % = 0,09 x 100% = 9 maka angka ini menunjukkan 9 %. Dengan demikian hari libur tidak memiliki resiko atas ktidaktercapaian kualitas dan target tahfizh al-Qur’an dan sisanya 91 % ditentukan oleh faktor lain. Faktor lain penyebab ketidak tercapaian target dan kualitas tahfizh karena factor motivasi belajar, kesadaran belajar, kemampuan menghafal dan factor lainnya.
Copyrights © 2019