Dampak revolusi industri 4.0 sudah tidak bisa dibendung lagi. Society 5.0 sebagai fenomena sosial yangmembawa arus kuat perubahan perlu disikapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategireaktualisasi dan kontekstualisasi kearifan lokal dalam upaya menjawab tantangan pendidikan di era society5.0 dan revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan studi pustaka untuk mengumpulkan data, kemudiandianalisis secara kritis dan disajikan secara deskriptif kualitatif. Temuan penelitian ini menyatakan bahwauntuk bisa menjadi pemenang di arus revolusi industry 4.0, pendidikan harus memiliki paradigma inklusif danterbuka terhadap hal baru yang sifatnya baik untuk kemajuan. Sikap eksklusif dan konservatif akanmengakibatkan ketertinggalan. Meskipun demikian, penerimaan terhadap hal baru bukan tanpa kontrol,masyarakat harus tetap melestarikan tradisi yang kaya nilai-nilai luhur dengan melakukan kontekstualisasisesuai kebutuhan zaman. Sehingga aktif melestarikan tradisi, kreatif, dan inovatif menjadi syarat mutlak yangharus dimiliki generasi millenial. Selanjutnya milenial harus memperkuat skill sesuai bakat minat dan harusmenguasai bahasa internasional untuk dialog di dunia global.
Copyrights © 2019