Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model transformasi babak Sinta Obong yang terdapat dalamepos Ramayana menjadi hipogram puisi-puisi Indonesia. Konsep intertekstual dan hipogram digunakansebagai landasan penelitian ini. Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan metode pembacaan retroaktifuntuk mendapatkan konsep transformasi babak Sinta Obong yang muncul pada teks-teks puisi. Adapun puisiyang dijadikan objek adalah Api Sita karya Arif Bagus Prasetyo, Sita Sihir karya Sapardi Djoko Damono,Elegi Sinta karya Dorothea Rosa Herliany, dan Asmaradana karya Subagio Sastrowardoyo. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa model transformasi babak Sinta Obong yang dilakukan oleh pengarang pada puisi-puisiyang diciptakannya meliputi transformasi tanpa perubahan dan transformasi dengan perubahan. Transformasitanpa perubahan dilakukan pengarang dengan mengambil cerita teks hipogram secara utuh sebagai dasarpenciptaan teks transformasi. Sedangkan transformasi dengan perubahan, dilakukan oleh pengarang denganmengubah konsep dan motif cerita dari teks hipogram sebagai dasar penciptaan teks transformasi, khususnyadengan teknik dekonstruksi.
Copyrights © 2019