Dengan adanya sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru, pemerintah mengharuskan siswamenempuh pendidikan di sekolah yang sesuai dengan domisili masing-masing. Kebijakan ini diharapkanmampu menyamaratakan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Namun, pelaksanaan hal tersebut tidakselaras dengan adanya prosedur Kurikulum 2013 revisi 2018 yang menetapkan adanya kemampuan berfikirtingkat tinggi pada siswa didalam setiap proses pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kebijakan penerimaan peserta didik barusistem zonasi terhadap proses pembelajaran berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) di salah satu SekolahMenengah Atas kota Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dokumen dan interview terhadap salah satuguru bahasa Inggris di SMA tersebut. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat keberhasilan guru dalammerancang perencanaan pembelajaran sudah berada pada kategori baik, (2) guru mengalami beberapakesulitan dalam melaksanakan proses pembelajaran dan penilaian berbasis HOTS dalam sistem zonasi, dan (3)beberapa dampak dari kebijakan sistem zonasi terhadap proses pembelajaran berbasis HOTS.
Copyrights © 2019