Penalaran merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika yang harus dikembangkansecara konsisten dalam banyak konteks. Namun kenyataannya berbagai penelitian menunjukkan bahwakemampuan penalaran matematika siswa tergolong rendah. Upaya untuk meningkatkan kemampuan penalaranmatematika siswa melalui sikap tekun dan gigih siswa dalam menghadapi kesulitan matematika yaknimathematical resilience. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa mathematicalresilience memberikan dampak positif pada diri siswa. Siswa dengan mathematical resilience positif, akanberhasil baik dalam matematika sedangkan siswa mathematical resilience negatif akan kehilangan sikap tekundan gigih atau menyerah ketika menghadapi kesulitan. Salah satu solusi untuk mengembangkan mathematicalresilience dengan menerapkan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa dan kelompokkelompokkecil yaitu melalui model pembelajaran tipe team assisted individualization.
Copyrights © 2019