Keterampilan abad ke-21 yang mengacu pada kolaborasi, melek digital, berpikir kritis, dan pemecahanmasalah sangat perlu diintegrasikan dengan empat keterampilan bahasa Inggris termasuk keterampilanlistening supaya mahasiswa mampu berkompetisi di era globalisasi. Di sisi lain, keterampilan listeningcenderung diacuhkan oleh dosen bahasa Inggris dan lebih fokus pada kemampuan reading dan writing. Oleh karena permasalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas metode Problem Based Learning (PBL) dalam pengajaran listening untuk tingkat berpikir kritis mahasiswa tinggi dan rendah yang melibatkan 30 siswa semester dua Universitas PGRI Semarang. Oleh karena itu, penelitian eksperimental telah dilakukan dengan menggunakan tes, treatment dan wawancara guna mengumpulkan data yang kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian ditemukan bahwa mean dari pre-test sebesar 57,9. Setelah treatment selama 7 kali, ditemukan hasil post-test berjumlah 71,52. Dari kenaikan yang siginifikan tersebut, terbukti bahwa metode PBL efektif dalam mengembangkan tingkat berpikir kritis. Hasil wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa lebih tertarik belajar listening menggunakan metode PBL sehingga disarankan untuk dosen pengampu mengaplikasikan metode kreatif dan inovatif seperti PBL, DL, bahkan PjBL dalam mata kuliah listening.
Copyrights © 2019