Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana cara alternatif penyelenggaraan praktek industridi Politeknik Industri Furnitur di era pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah penelitian kualitatif untuk dapat mendeskripsikan permasalahan yang di kaji. Waktupelaksanaaan penelitian bulan Juni 2020, pada industri furniture dari wilayah provinsi Jogjakarta,Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Pengumpulan data dilakukan denganmenyebarkan kuisioner melalui goegleform, dan teknik wawancara aplikasi whatshap dan melaluiZoom. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Industri setuju dan siap membantu proses praktekindustri baik dari proses seleksi melalui seleksi wawancara maupun berkas, dan penyerapan denganjumlah mahasiswa akan diterima 150 mahasiswa yang tersebar di 38 Industri, 2) Industri mengalamikelesuan dimana produksi menurun karena jumlah permintaan negara tujuan eksport yang menurun,kegiatan industri tidak full rata-rata hanya menggunakan 50% pegawai, pengurangan karyawan, dansementara tenaga harian lepas dirumahkan, sehingga siswa tetap dapat prakerin sesuai Sif yang ada,3) Jumlah peserta yang akan prakerin diatur kembali jumlahnya disesuaikan dengan kemampuanindustri dan mempersiapkan persyaratan administrasi, 4) Dipastikan ada surat ijin tempat tinggal kosselama praktek industri sehingga pada saat mereka ditempat prakerin tidak mengalami penolakan,dan selama mereka di Industri tidak diperkenankan bolak-balik ke daerah asal, 5) Politeknikberkoordinasi dan mengacu aturan pemerintah dalam hal ini Kemendikbud dan Kememperind, sertamelalui gugus tugas covid, terkait serangkaian pelaksanaan program praktek industri, 6) Mahasiswasupaya dijamin keamanannya dan benar-benar sudah menjalani isolasi mandiri, denganmempertimbangkan dari lokasi asal, mengikuti prosedur dan protokol covid selama di Industri, 7)Peningkatan kualitas standar minimal kognitif mahasiswa, pendalaman materi, pemahaman teknis,disiplin, afektif/sikap, dan keterampilannya, 8) Sebanyak 11 atau 28,94% Industri yang sudah siapuntuk mengembangkan program industri 4,0 sedangkan sisanya masih 27 atau 71, 05% menggunakanteknologi yang ada di industry dalam pelaksanaan praktek industri, 9) Industri melakukanpenyesuaian dengan mengurangi durasi waktu pelakasanaan Praktek Kerja Idustri menjadi lebihpadat singkat, dengan memberikan pembekalan singkat secara zoom.
Copyrights © 2020