Abstrak. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan hal yang biasa dilakukan di sekolah, namun beda halnya dengan kegiatan ekstrakurikuler rapa’igeurimpheng di SMAN 1 Padang Tiji, langsung dilaksanakan dan dilatih oleh seniman penerus rapa’i geurimpheng, sehingga hasil daripelatihan yang dilakukan selama dua bulan lamanya telah menjadikan siswa mampu menampilkan rapa’i geurimpheng, kompak di dalamteam, bertanggungjawab dengan waktu serta saling menghargai satu dengan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptifkualitatif, Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalahreduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan. Proses pembelajaran rapai geurimpheng di SMAN 1Padang Tiji diawali dengan pengetahuan terhadap perlakuan alat musik rapa’i, pemeliharaan dan penyimpanannya, teknik duduk danmenabuh rapa’i. Praktik menyanyikan syair sekaligus menabuh rapai dan permainan rapa’i dalam satu kelompok. Kendala yang dihadapipada saat proses latihan adalah awalnya pelatih sulit melakukan pendekatan kepada siswa, seiring perjalanan waktu kedekatan sudah terjalindan memudahkan pelatih melakukan proses pembelajaran. Demikian pula halnya dengan kehadiran siswa, terlalu banyak alasan sehinggamelibatkan pemantauan dari kepala sekolah. Pemilihan objek seni dalam kegiatan ekstrakurikuler sangat tepat sehingga siswa secara langsungdapat merasakan proses latihan serta aplikasi pelestarian seni daerah yang mereka miliki.
Copyrights © 2021