Perilaku agresif merupakan bentuk ekspresi emosi seseorang karena adanya suatu hal yang tidak menyenangkan yang individu alami. Perilaku ini dapat dilihat dalam bentuk verbal ataupun non verbal dengan tujuan penyerangan dan lebih sering terjadi pada remaja. Dampak dari perilaku ini dapat menyebabkan kerugian pada kedua belah pihak. Remaja yang memiliki perilaku agresif dapat membuat masalah dalam hubungan interpersonal, maka dari itu remaja hendaknya memiliki kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan keinginannya dengan baik sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komunikasi assertive terhadap perilaku agresif pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment yang menggunakan rancangan penelitian pre-test and post-test with control group design, teknik sampling yang digunakan purposive sampling, responden dibagi menjadi kelompok perlakuan sebanyak 30 responden dan kelompok kontrol sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang sudah baku yaitu kuesioner Buss Perry Aggression Questionnaire untuk mengukur perilaku agresif dan Assertiveness Scale for Adolescents untuk komunikasi asertif. Uji statistik menggunakan Paired Samples Test. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh terapi komunikasi asertive dengan media video terhadap perilaku agresive remaja putri, dengan nilai p = 0,008 < 0,05. Kesimpulan penelitian adanya pengaruh terapi komunikasi assertive terhadap perilaku agresif pada remaja putri.
Copyrights © 2023