Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Terapi Komunikasi Assertive dengan Media Video terhadap Perilaku Agresif pada Remaja Putri Tiara Lani; Yohana Agustina Sitanggang; Raziansyah Raziansyah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.3.2023.521-528

Abstract

Perilaku agresif merupakan bentuk ekspresi emosi seseorang karena adanya suatu hal yang tidak menyenangkan yang individu alami. Perilaku ini dapat dilihat dalam bentuk verbal ataupun non verbal dengan tujuan penyerangan dan lebih sering terjadi pada remaja. Dampak dari perilaku ini dapat menyebabkan kerugian pada kedua belah pihak. Remaja yang memiliki perilaku agresif dapat membuat masalah dalam hubungan interpersonal, maka dari itu remaja hendaknya memiliki kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan keinginannya dengan baik sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komunikasi assertive terhadap perilaku agresif pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment yang menggunakan rancangan penelitian pre-test and post-test with control group design, teknik sampling yang digunakan purposive sampling, responden dibagi menjadi kelompok perlakuan sebanyak 30 responden dan kelompok kontrol sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang sudah baku yaitu kuesioner Buss Perry Aggression Questionnaire untuk mengukur perilaku agresif dan Assertiveness Scale for Adolescents untuk komunikasi asertif. Uji statistik menggunakan Paired Samples Test.  Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh terapi komunikasi asertive dengan media video terhadap perilaku agresive remaja putri, dengan nilai p = 0,008 < 0,05. Kesimpulan penelitian adanya pengaruh terapi komunikasi assertive terhadap perilaku agresif pada remaja putri.
PENGUATAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIK SECARA ELEKTRONIK PADA PETUGAS KESEHATAN DI RSD IDAMAN BANJARBARU Raziansyah Raziansyah; M. Noor Ifansyah; Melinda Restu Pertiwi; Kusnindyah Praedevy Reviagana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15134

Abstract

ABSTRAKSalah satu permasalahan yang terjadi pada proses pendokumentasian rekam medis adalah ketidaklengkapan dokumen, dan hal ini juga terjadi RSD Idaman Banjarbaru. Jika menyesuaikan sesuai standar kelengkapan pengisisan rekam medik (RM), maka harus senilai 100% berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI. Akibat yang ditimbulkan dari ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medik di sebuah rumah sakit yaitu dapat menunjukkan mutu atau kualitas pelayanan yang kurang baik. Selain dari kelengkapan, sesuai dengan Permenkes No.24 Tahun 2022 tentang rekam medik bahwa seluruh fasilitas kesehatan termasuk RS wajib menyelenggarakan rekam medik secara elektronik (RME) untuk menunjang kualitas pelayanan di RS. Berdasar dari latar belakang tersebut, maka kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai upaya penguatan pengisian dokumen rekam medik secara elektronik pada petugas kesehatan di RSD Idaman Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan focus group discussion (FGD), dan ceramah serta diskusi partisipatif. FGD dilakukan berkaitan dengan penggalian informasi terkait modalitas dan hambatan dalam pendokumentasian RM, serta upaya persiapan peralihan kepada rekam medik elektronik. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pihak RSD Idaman sudah mulai menuju RME, walaupun masih terdapat permasalahan antara lain ketidaksamaan format dan ketidaklengkapan pengisian RM, pengisian formulir menggunakan bahasa yang tidak standar, dan umpan balik laporan dari bagian RM tidak tertulis secara jelas. Rekomendasi yang diberikan oleh pihak RSD Idaman adalah dilaksanakan pelatihan terkait dengan pengisian formulir RM dengan tujuan peningkatan pemahaman tentang alur dan pengisian RM, pengadaan petunjuk teknis (juknis) untuk pengisian formulir RM, dan penambahan petugas RM di masing-masing ruangan agar mempercepat proses pengisian RM. Kata kunci: rumah sakit; rekam medik; kelengkapan ABSTRACTOne of the problems that occur in the process of documenting medical records is the incompleteness of medical record’s document, and this problem also follows at Idaman Banjarbaru Hospital. Based on Ministrial Decree of Health in Republic of Indonesia states about the standard for completeness of medical record (MR) filling must be 100%. The consequences of incomplete filling out of medical record documents in a hospital is indicate that the quality of service is remain low. Apart from completeness, in accordance with Permenkes No. 24 of 2022 concerning medical records that all health facilities including hospitals are required to maintain electronic medical records (EMR) to support the quality of services in hospitals. Based on this background, this community service activity aims to strengthen the electronic filling of medical record documents for health workers at Idaman Banjarbaru Hospital. The methods used in this activity were focus group discussions (FGD), and participatory lectures and discussions. FGDs were conducted in connection with extracting information related to modalities and obstacles in documenting MR, as well as efforts to prepare for the transition to electronic medical records. The result of this community service activity is that Idaman Hospital has started towards EMR, although there are still problems including format discrepancies and incomplete MR filling, filling out forms using non-standard language, and feedback reports from the MR department not being written clearly. The recommendations given by Idaman Hospital are to carry out training related to filling out MR forms with the aim of increasing understanding of the flow and filling out of MR, procuring technical instructions (juknis) for filling out MR forms, and adding MR officers in each room to speed up the MR filling process. Keywords: hospital; medical record; completeness
Penerapan Rekam Medis Elektronik Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Ika Lestiani; Kusnindyah Praedevy Reviagana; Raziansyah Raziansyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.683

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis menyatakan bahwa rumah sakit yang merupakan salah satu dari fasilitas pelayanan kesehatan yang diwajibkan untuk menggunakan rekam medis elektronik (RME), termasuk di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Hal ini bertujuan untuk mentransformasi dokumen-dokumen cetak menjadi terdigitalisasi. Salah satu model yang dapat digunakan untuk menganalisis penerapan RME ini adalah technology acceptance model (TAM) sehingga tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis penerapan RME di RSD Idaman Banjarbaru menggunakan TAM. Riset ini merupakan penelitian cross sectional dengan mixed method. Subjek penelitian secara kuantitatif sejumlah 37 petugas kesehatan yang ada di poli rawat jalan yang diperoleh menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling, untuk informan kualitatif sejumlah 4 orang untuk perwakilan petugas di bagian pendaftaran dan rekam medis. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada poli-poli yang telah menjalankan RME tersebut, sedangkan data kualitatif dengan melakukan diskusi kelompok terfokus pada informan yang terdiri dari pelaksana program RME dan SIMRS di RSD Idaman Banjarbaru. Hasil penelitian kualitatif didapatkan bahwa pada perceived ease of use (kemudahan penggunaan) terhadap actual usage (pengguna RME Sesungguhnya) memperoleh nilai p-value  = 0,026 (p<0,05) sehingga dinyatakan  adanya hubungan, sedangkan untuk hasil dari perceived usefulness (kebermanfaatan) terhadap actual usage (pengguna RME sesungguhnya) dan  attitude toward using  (sikap pengguna terhadap RME) terhadap actual usage (pengguna RME sesungguhnya, memperoleh nilai p-value  = 0,095 (p>0,05) sehingga dinyatakan tidak adanya hubungan. Untuk hasil kualitatif didapatkan bahwa penerapan RME sudah dilaksanakan sejak 2017 dan terus dilakukan pengembangan baik untuk kelengkapan infrastruktur dan jaringan, SDM, dan juga form serta pengembangan aplikasinya.
Optimalisasi Penerapan Hipnosis Lima Jari dalam Mengatasi Kecemasan Menghadapi Ujian Akhir bagi Siswa Kelas IX Martini Nur Sukmawaty; Raziansyah Raziansyah; Yohana Agustina Sitanggang; Tiara Lani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.18554

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dimana pada masa ini seseorang memiliki keadaan emosi yang labil dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga, misalnya dalam menghadapi ujian akhir di sekolah, mereka merasakan ketakutan dan kecemasan yang berlebihan terhadap ujian akhir. Rasa cemas yang berlangsung secara terus menerus, dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan fisik dan mental pada remaja. Kecemasan merupakan salah satu kondisi psikologis, kecemasan ini juga dialami oleh para remaja, karena usia remaja dapat dikatakan usia yang masih labil dalam menghadapi kondisi-kondisi yang tidak terduga. Kondisi emosi remaja akan mudah terguncang seperti, Kecemasan yang berlebihan, ketakutan dalam mengikuti ujian akhir sekolah dan sebagainya. Manajemen kecemasan merupakan sebuah upaya untuk mengatasi kecemasan yang mengganggu namun bukan berarti menghilangkan kecemasan, melainkan menguranginya agar tidak menimbulkan hambatan seseorang dalam menjalani ujian di sekolah. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan kemandirian remaja khususnya dalam mengontrol kecemasan yang dirasakannya. Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP N 1 Karang Intan yang berjumlah 25 orang. Siswa yang menjadi peserta belum pernah mengetahui teknik manajemen kecemasan sehingga perlu diberikan informasi dan simulasi untuk dilakukan. Kegiatan akan dilakukan dengan penyuluhan terkait optimalisasi penerapan hypnosis lima jari dalam mengatasi kecemasan menghadapi ujian akhir bagi siswa kelas IX. Kecemasan dan simulasi teknik manajemen kecemasan dengan hipnosis lima jari. Kegiatan ini diawali dengan mengurus ijin ke sekolah secara langsung dan melaksanakan penyuluhan tentang tehnik mengontrol kecemasan hypnosis lima jari. Diakhir kegiatan seluruh peserta merasa senang dan puas mengikuti kegiatan tersebut dan  Hasil dari pengabdian didapatkan data bahwa peserta yang mengikuti kegiatan merasakan merasa lebih tenang, nyaman, dan lebih memahami terkait cara mengontrol kecemasan. Upaya mengontrol kecemasan adalah dengan tehnik Hipnosis Lima jari. Kata Kunci: Hipnosis, Kecemasan, Lima Jari, Siswa.   ABSTRACT Adolescence is a transition period from childhood to adulthood where at this time a person has an unstable emotional state in dealing with unexpected conditions, for example during this pandemic they feel excessive fear and anxiety about the transmission of the virus. Anxiety that continues continuously can cause disorders in the physical and mental health of adolescents. Anxiety is one of the psychological conditions. This anxiety is also experienced by adolescents, because adolescence can be said to be an age that is still unstable in dealing with unexpected conditions. The emotional condition of adolescents will be easily shaken such as, Excessive anxiety, fear of contracting this virus and so on. Anxiety management is an effort to overcome disturbing anxiety but does not mean eliminating anxiety, but reducing it so that it does not cause obstacles for someone in living their life. The purpose of this community service is to increase the independence of adolescents, especially in managing the anxiety they feel. The participants in this activity were all 25 students of class IX of SMP N 1 Karang Intan. However, anxiety management techniques in adolescents have never been done. The activity will be carried out with counseling related to optimizing the application of five-finger hypnosis in overcoming anxiety in facing final exams for class IX students. Anxiety and simulation of anxiety management techniques with five-finger hypnosis. This activity began with taking care of permission to go to school directly and at the end of the activity all participants felt happy and satisfied with participating in the activity and the results of the service were carried out using interview techniques in group discussions, data was obtained that participants who participated in the activity felt calmer, more comfortable, and more understanding of anxiety and how to reduce anxiety. Making efforts to provide techniques for overcoming anxiety with Five-finger Hypnosis Keywords: Anxiety, Five Fingers, Hypnosis, Students.
OPTIMIZING PSYCHOEDUCATION TO PREVENT BULLYING IN ADOLESCENTS AT SMP NEGERI 1 KERTAK HANYAR: BULLYING Martini Nur Sukmawaty; Tiara Lani; Yohana Agustina Sitanggang; Raziansyah Raziansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57066

Abstract

Kejadian kenakalan remaja di Indonesia semakin banyak terjadi beberapa tahun terakhir ini. Remaja selalu menjadi point pembicaraan Masyarakat Indonesia karena remaja merupakan generasi penerus bangsa ini. Salah satu contoh kejadian kenakalan remaja yang sedang marak adalah perilaku bullying. Bullying verbal maupun non verbal merupakan masalah yang banyak terjadi di sekolah sekolah. Kejadian bullying ini memiliki dampak yang negatif bagi remaja yang mengganggu kesehatan mental baik kepada pelaku maupun kepada korbannya dan jika hal ini terjadi dalam waktu lama akan menimbulkan truma psikologis hingga berbekas pada Kesehatan mental remaja tersebut. Tujuan kegiatan pengmas ini adalah untuk memberikan informasi psikologi edukasi tentang bullying agar para remaja yang bersekolah di SMP Negeri 1 Karang Intan mampu meningkatkan pengetahuan tentang bullying. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan mulai dari persiapan, perijinan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan pengmas ini adalah remaja/siswa SMPN 1 Karang Intan berjumlah 25 siswa. Kegiatan berlangsung dengan lancar. Terlihat melalui hasil evaluasi yang dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk menilai pengaruh optimalisasi psikoedukasi yang telah dilakukan. Hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan prilaku bullying sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi dengan nilai rerata pre-test 76% dan nilai rerata post-test menjadi 90,1%. Seluruh peserta merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi diri remaja dan dapat menambah ilmu pengetahuan tentang pentingnya cara pencegahan bullying dan bagaimana harus bersikap dengan sesama remaja/siswa dan dapat mengurangi angka kejadan bullying pada remaja di Indonesia, khususnya tidak terjadi lagi kegiatan bullying di lingkungan SMP N 1 Karang Intan.