Latar belakang penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun Kelompok B2 di TK Intan Permai masih tergolong rendah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah guru kurang memaksimalkan penggunaan loose part, keaktifan belajar anak ada pada kategori kurang. Hal ini disebabkan selama pembelajaran guru kurang dapat memberikan stimulasi secara tepat terhadap arah perkembangan kognitif khususnya pada aspek pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran inkuirui berbasis steam dan loose parts dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun di TK Intan Permai Desa Batursari Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Penelitian ini adalah penelitian tindakan dengan metode Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu (rencana, tindakan, observasi dan refleksi). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus masing-masing siklus sebanyak 3 pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan deskripsi statistik untuk membandingkan pra siklus sampai siklus II. Tahap tahap analisis kualitatif adalah reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pemecahan masalah melalui Penerapan Pembelajaran Inkuiri Berbasis Steam dan Loose Parts dengan skor pada pra siklus 22,4 meningkat menjadi 42,9 pada siklus I, dan mengalami peningkatan sebesar 69,8 pada siklus II dengan kategori berkembang sangat baik.
Copyrights © 2023