Abstrak. Masjid Imaduddin Tancung Kabupaten Wajo yang sedang dibangun menuju tahap finishing, sisi lain Pengurus Masjid berkeinginan memenuhi harapan masyarakat terutama para jamaahnya untuk mewujudkan masjid yang berciri khas, berkarakter, dan tampil sebagai penegas identitas. Namun bentuk arsitektur masjid yang sedang dibangun memiliki gaya bangunan dengan unsur-unsur kesamaan dari ragam bangunan rumah ibadah Islam lainnya. Dalam memenuhi harapan tersebut maka dipandang perlu suatu tampilan pembeda yang lahir dari elemen-elemen estetis bangunan masjid yang melekat baik pada eksterior maupun pada interior yang berciri khas, berkarakter hingga sampai pada tercitranya suatu penegas identitas. Maka dipandang penting melakukan pengembangan desain ornamen berbasis kearifan lokal sebagai alternatif solusi kepada Pengurus Masjid. Oleh karena itu, prosedur pengembangan yang akan dirancang adalah menggunakan adaptasi model penelitian pengembangan dari Borg & Gall yang disederhanakan empat tahap, yaitu: pendahuluan, perancangan, uji-validasi dan disempurnakan, serta diseminasi. Harapannya dalam penelitian (tahun pertama) ini lahir desain ornamen yang dikembangkan dari konsep kearifan lokal dari filosofi ‘sulafa eppa’ dan ‘simbol mikro kosmos’ pada elemen estetis eksterior, yakni pada: 1) kepala kuba, 2) lest plan, 3) anjong, 4) krawangan/ventilasi, 5) relief dinding luar, dan 6) daun pintu Masjid Imaduddin Tancung Kabupaten Wajo. Dari hasil pengembangan desain ini disarankan berkelanjutan pada bagian interior agar ornamen estetis berbasis kearifan lokal ini semakin muncul penguatannya.Kata Kunci: desain, ornamen, kearifan lokal, elemen estetis, Masjid Imaduddin.
Copyrights © 2019