Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM
2017

PINTAR (Puzzle Interaktif Berbasis Nusantara) sebagai Penanaman Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sejak Dini Melalui Puzzle Bertajuk Budaya dan Peta Nusantara

Handiswan Handiswan (Universitas Negeri Makassar)
Nur Ikhsan (Universitas Negeri Makassar)



Article Info

Publish Date
07 Oct 2017

Abstract

Hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 menunjukkan terdapat 1.340 suku yangterdapat di Indonesia. Namun, kondisi geografis Indonesia yang merupakan negarakepulauan menyebabkan masyarakat Indonesia sulit bersatu, karenanyamereka hanya mengetahui kebudayaan di daerahnya masing-masing dan tidaksaling memahami satu sama lain, seolah-olah merasa asing dengankebudayaan daerah lain yang notabene dari negaranya sendiri.Olehnya diperlukan pemahaman terhadap anak-anak bangsa tentang kepulauan Nusantara sejak dini, karena usia dini merupakan masa seseorang mudah menerima stimulus. Oleh karena itu, diperoleh ide untuk menciptakan PINTAR (Puzzle Interaktif Berbasis Nusantara). PINTAR adalah sebuah puzzle tipe Jigsaw yang dikombinasikan dengan gambar-gambar Kebudayaan dan Kearifan lokal Nusantara serta gambar peta daerah budaya tersebut berasal. Keunikan dari PINTAR adalah bentuk kepingan puzzle yang tidak seperti pada umumnya yang menyajikan gambar-gambar kartun disney, tetapi menyajikan gambar kebudayaan dan peta Nusantara Kata kunci: Budaya,Nilai-nilai Kearifan Lokal, Peta Nusantara, danPuzzle Interaktif

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

semnaslemlit

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Chemistry Dentistry Economics, Econometrics & Finance Energy Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Materials Science & Nanotechnology Mathematics Medicine & Pharmacology Public Health Social Sciences Other

Description

Perguruan tinggi seharusnya terpanggil untuk menjawab tantangan-tantangan di atas melalui pelaksanaan darma ketiga pengabdian pada masyarakat, dan panggilan tersebut sejauh ini sudah banyak dilakukan namun program-program yang betul-betul pokus pada sasaran masih perlu diperbaiki, terutama ...