Indonesia adalah ibu rempah-rempah dunia. Di lain sisi, kekayaan rempah Indonesia mendorong Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi mengajukan jalur rempah sebagai warisan budaya dunia pada 2024. Berbagai cara pun dilakukan untuk membesarkan gagasan di atas, termasuk mempopulerkan rempah-rempah dari pedalaman. Tulisan ini mencoba memotret salah satu kerja kolaborasi sebagai usaha untuk memperkenalkan rempah-rempah lokal. Melalui metode participatory action research (PAR) dan pendekatan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di desa Ngrawan, penelitian menggarisbawahi tiga hal. Pertama, internalisasi pengetahuan rempah-rempah lokal dilakukan melalui lagu rempah yang dihasilkan berjudul. “Rempah-rempah Warisan Nusantara.” Kedua, lagu tersebut terutama mengangkat empat rempah lokal di lokasi penelitian. Keempat rempah-rempah tersebut adalah jahe, kunyit, lada, dan kencur. Terakhir, lagu tersebut tidak hanya menjadi alternatif pengenalan rempah lokal melainkan membentuk identitas masyarakat setempat melalui rempah-rempah.
Copyrights © 2023