Jurnal Farmasi Indonesia
Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia

Perbandingan VCO, Minyak Zaitun dan Minyak Jagung terhadap sifat fisik balsem stik dengan pengikat Vaselin Alba atau Adeps Lanae

Pramulani Mulya Lestari (Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Jakarta)
Kori Yati (Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Jakarta)
Mimil Rosanti (Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Jakarta)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2019

Abstract

Penggunaan balsem dengan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit dapat menyebabkan rasa panas dan lengket di jari tangan. Pembuatan balsam stick merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut. Balsem stick dipengaruhi oleh komponen-komponen yang digunakan yaitu minyak, lilin dan lemak. Penggunaan minyak dan lemak yang memiliki kandungan asam lemak dan bobot molekul yang berbeda akan mempengaruhi sifat fisik balsem stick. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan VCO, minyak zaitun dan minyak jagung dengan pengikat antara Adeps lanae dan Vaselin alba terhadap sifat fisik balsem stick metil salisilat. Semua sediaan balsem stick dibuat dengan metode yang sama dan dievalusi meliputi uji organoleptik, homogenitas, kekerasan dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan titik lebur dan kekerasan, namun semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik balsem stick. Formula dengan VCO dan variasi Adeps lanae menunjukan titik lebur dan kekerasan tertinggi yaitu 65,760C dan 2,13 mm. Hasil data statistik Kruskal Wallis menunjukkan sig < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan dari setiap formula. Berdasarkan hasil pengamatan disimpulkan bahwa VCO dengan Adeps lanae dalam kombinasi Carnauba wax dan Cera alba memberikan titik lebur, kekerasan dan nilai yield value yang tinggi

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jfi

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Farmasi Indonesia adalah jurnal nasional (peer-reviewed) yang diterbitkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia dua kali dalam setahun sebagai sarana diseminasi ilmu pengetahuan di bidang farmasi, yaitu: farmasi klinis, farmasi masyarakat/komunitas, kimia farmasi, biologi farmasi/famakognosi, ...