Perkebunan karet di Kabupaten Sintang terus meningkat. Pada tahun 2019 luas kebun karendi kawasan ini adalah 69.281,00 ha, pada tahun 2022 menjadi 84.930,00 ha. Pengembangan perkebunankaret ini perlu disikapi dengan penyediaan bibit karet yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh panjang akar stum terhadap pertumbuhan bibit karet dalam polibag, dan untuk mendapatkanpanjang akar stum yang menghasilkan pertumbuhan bibit karet dalam polybag tertinggi. Penelitian inibermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang pengaruh panjang akar stum terhadap pertumbuhanbibit karet dalam polybag, dan diharapkan dapat memberikan pedoman bagi petani yang akan mencobamembuat bibit karet dalam polybag. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)yang terdiri dari 5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. kelima perlakuantersebut adalah: A = Panjang akar stum 15,0 cm. B = Panjang akar stum 17,5 cm. C = Panjang akarstum 20,0 cm. D = Panjang akar stum 22,5 cm. E = Panjang akar stum 25,0 cm. Pengamatan dilakukanterhadap peubah tinggi pucuk, diameter pucuk, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwapanjang akar stum berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit karet klon PB 260 dalam polibag.Pertumbuhan tertinggi dicapai pada panjang akar stum 22,5 cm. Panjang akar stum menghasilkan tinggipucuk rata-rata (35.250 cm) dan diameter pucuk (5.160 mm).
Copyrights © 2023