Ihtimam : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Vol. 6 No. 1 (2023): Juni

Analisis Morfosemantik Kata “Muhammadiyah” Sebagai Identitas Gerakan Islam Di Indonesia

Ahmad Zaki Annafiri (Universitas Ahmad Dahlan)
Thontowi (Universitas Ahmad Dahlan)
Nadia Soleha (Universitas Ahmad Dahlan)
Rahmat Sabili (Universitas Ahmad Dahlan)



Article Info

Publish Date
31 May 2023

Abstract

Melihat besarnya massa yang dimiliki Muhammadiyah, tentunya upaya mengenalkan dan memahamkan ideologi Muhammadiyah kepada warganya bukan perkara sederhana. Muhammadiyah dengan struktur pimpinan di bawahnya beserta organisasi otonomnya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengadakan berbagai kegiatan demi mengoptimalkan hal tersebut. Meski demikian, banyak diantara warga Muhammadiyah yang hanya mengenal kata ‘Muhammadiyah’ sebagai istilah, yaitu nama dari sebuah organisasi, namun belum mengetahui secara mendalam proses bahasa yang terjadi dalam kata tersebut, yang mana merupakan serapan dari bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis kata ‘Muhammadiyah’ dari sudut pandang morfosemantik, 2) menghubungkan hasil dari kedua analisis tersebut dengan filosofi gerakan islam Muhammadiyah di Indonesia. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kata “Muhammadiyah” merupakan gabungan dari dua morfem, yaitu “Muhammad” sebagai morfem bebas dan “Yah” yang merupakan morfem terikat. Dari aspek morfologi, diketahui bahwa “Muhammad” (orang yang terpuji) merupakan isim maf’ul dan ismul makan dari fi’l madhi “Hammada” (memuji). Selain itu adanya proses afiksasi, yaitu penambahan ya’ nisbah yang masuk dalam kategori keempat, yaitu nisbah dalam kategori tertentu. Nisbah yang dimaksudkan dalam konteks ini adalah orang-orang yang tergolong dalam “Muhammadiyah” adalah yang memiliki ideologi, tuntunan, dan ajaran yang kembali kepada orang bernama “Muhammad”, yakni Nabi Muhammad SAW. Penambahan ta marbutah di belakang ya’ nisbah dimaknai sebagai jamak (plural) dan mubalaghah yang berarti mentaukidi, menekankan, dan melebihkan dari makna “pengikut Muhammad” itu sendiri. Dari tataran semantik, kata “Muhammadiyah” dapat dinisbahkan kepada Surat Al Fath 29 dan Ali Imron 104, yaitu “orang-orang yang bersama Muhammad” dan “Umat yang melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar”. Kedua ayat ini sejalan dengan dasar filosofi gerakan Islam Muhammadiyah yang didirikan oleh Ahmad Dahlan pada 18 November 1912. Pada AD ART Muhammadiyah, dinyatakan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam, Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, dan Tajdid, bersumber pada Al Quran dan As-Sunnah.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

ihtimam

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Ihtimam adalah Jurnal pendidikan Bahasa Arab, terbit tiap semester atau dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Hak cipta pada penulis. Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian, pengembangan Pendidikan Bahasa Arab. Jurnal diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Masjid Syuhada ...