Mahasiswa rentan mengalami distres psikologis. Akan tetapi, terdapat beberapa permasalahan yang menghambat mahasiswa untuk mendapatkan intervensi psikologis, yakni jumlah praktisi kesehatan mental yang terbatas, keterbatasan waktu, gejala permasalahan psikologis tertentu, dan stigma. Solusi alternatif untuk permasalahan tersebut adalah Acceptance commitment therapy (ACT) berbasis web. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ACT berbasis web dalam menurunkan experiential avoidance pada mahasiswa yang mengalami distres psikologis. Terdapat 38 partisipan yang mengikuti intervensi. Akan tetapi, hanya terdapat 12 partisipan dengan data yang lengkap dan dapat diolah untuk menguji efektivitas intervensi. Pengukuran dilakukan pada tahap pra-intervensi, pasca-intervensi dan follow up. Analisis Friedman dan Wilcoxon menunjukan bahwa ACT berbasis web efektif untuk menurunkan experiential avoidance dan distress psikologis secara signifikan. Semua hasil yang signifikan dapat dipertahankan pada dua minggu setelah intervensi. Hasil penelitian berkontribusi terhadap literatur mengenai penerimaan dan efektivitas intervensi psikologis berbasis web serta menyediakan platform untuk meningkatkan akses ke perawatan berbasis bukti. Keterbatasan penelitian dijelaskan pada bagian diskusi.
Copyrights © 2023