Indonesia menghasilkan limbah kaca yang melimpah hingga 0,7 juta ton per tahun. Kaca adalah sumber silika yang bisa digunakan lagi untuk sintesis material fungsional maju. Penelitian ini mengidentifikasi kandungan oksida di dalam suatu limbah kaca bening melalui analisis kualitatif dan kuantitatif dengan XRF. Limbah kaca bening mengandung silika sebanyak 73,197% massa. Kandungan CaO yang tinggi sebanyak 20,269% yang bisa berperan sebagai penetral muatan negatif, pengubah struktur jaringan, dan menurunkan titik leleh kaca. Juga didapatkan kation dengan valensi yang lebih tinggi dan jumlah koordinasi yang lebih rendah yaitu Al2O3 1,4515%, ZrO2 sebanyak 0,077%, TiO2 sebanyak 0,08%, dan ZnO 0,003% yang dapat bertindak sebagai pembentuk dan pengubah jaringan kovalen dalam gelas silika yang diteliti.
Copyrights © 2023