Proses pembelajaran menekankan pada proses yang aktif. Dimana komunikasi antara pengajar dan pebelajar terjadi. Namun kenyataannya di lapangan tidak serta merta demikian. Hal ini pula yang terjadi di kelas yang peneliti ajarkan. Hasil observasi awal didapatkan mahasiswa kurang aktif berdiskusi, kurang terampil berkomunikasi yang berdampak pada hasil belajar mereka. Menyikapi masalah tersebut, peneliti melakukan PTK ini sebanyak tiga (3) siklus, dengan subjek penelitian mahasiswa yang memprogram mata kuliah biologi dasar. Instrument penelitian ini ada 2 yaitu : lembar observasi dan tes hasil belajar. Teknik pengambilan data dengan observasi langsung saat proses pembelajaran. Sedangkan tes diberikan disetiap akhir siklus pembelajaran. Teknik analisis data untuk lembar observasi dilakukan dengan menjumlahkan skor item yang selanjutnya dipersentasekan sedangkan tes hasil belajar dengan menghitung jumlah jawaban yang benar. Indikator keberhasilan penelitian ini yaitu 70% mahasiswa tuntas / lulus secara klasikal. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I hingga siklus III. Keterampilan komunikasi mahasiswa pada siklus I hanya sebesar 56%, meningkat pada siklus II dan III dengan persentase masing-masing sebesar 69% dan 73%; aktifitas mahasiswa siklus I sebesar 61 %, pada siklus II 75% dan siklus III meningkat lagi menjadi 82%. Dan untuk hasil belajar siklus I tuntas sebesar 57,5%, siklus II sebesar 70%, dan siklus III meningkat 77,5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS) dapat meningkatkan keterampilan komunikasi, aktifitas dan hasil belajar mahasiswa khusus pada materi tingkat organisasi kehidupan.
Copyrights © 2023